Harus Tetap Bermasker Meski Sudah Divaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

Mar 06, 2021 18:18
(Foto: Istimewa)
(Foto: Istimewa)

INDONESIATIMES – Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah mulai dilakukan pada Rabu (13/1) yang lalu. Vaksin buatan Sinovac tersebut pertama kali disuntik kepada Presiden Joko Widodo, serta di waktu yang sama, sejumlah pejabat, tokoh agama, organisasi profesi serta perwakilan masyarakat turut mengikuti vaksinasi.

Akan tetapi, meski pemberian vaksinasi Covid-19 telah diberikan kepada sebagian orang, bukan berarti penerapan protokol kesehatan harus dilupakan atau tidak dijalankan lagi.

Dilansir dari Kompas.com, spesialis penyakit menular Kristin Englund berkata, memakai masker, menjaga jarak, dan rutin cuci tangan tetap harus dilakukan meski telah ditemukan vaksin Covid-19.

“Mendapatkan vaksinasi bukan berarti kita bisa kembali ke kehidupan sebelumnya. Sampai kita mencapai kekebalan kelompok, pemberian vaksin tetap harus diiringi dengan protokol kesehatan,” ucap Englund. 

Untuk mencapai kekebalan kelompok, perlu 50 hingga 80 persen orang di dunia ini untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Tentunya sangat membutuhkan waktu untuk dapat mencapai target tersebut.

“Dengan vaksinasi ini tentu bisa menjadi jalan keluar untuk mengakhiri pandemic Covid-19. Akan tetapi, bukan berarti kita bisa langsung mengakhiri pandemi ini,” ujarnya.

Untuk itu, saat ini kita masih harus menerapkan dan menjalankan prorokol kesehatan agar dapat dengan mudah memutuskan penularan rantai penyebaran virus Covid-19, terutama tetap menggunakan masker ketika melakukan aktivitas.

Berikut beberapa alasan yang membuat kita tetap harus menjalankan protokol kesehatan meskipun telah divaksinasi Covid-19.

1. Perlu waktu agar vaksin bekerja efektif

Tingkat efektivitas vaksin untuk mengakhiri pandemi Covid-19 ini mencapai 94 hingga 95 persen. Akan tetapi perlu waktu juga agar vaksin dapat bekerja efektif melawan pandemi. Manfaat vaksinasi Covid-19 tidak kita dapatkan hanya dengan sekali vaksinasi, diperlukan sekitar dua kali suntikan vaksin agar dapat mencapai manfaatnya.

2. Vaksin tidak memberikan perlindungan 100 persen

Meskipun vaksin Covid-19 sangat efektif, akan tetapi vaksin tersebut hanya menawarkan perlindungan 94 hingga 95 persen. Belum ada cara atau metode untuk mengetahui siapa di antara lima persen tersebut yang tidak merespon vaksin dan malah berisiko untuk mengalami Covid-19.

3. Masih bisa menularkan virus meski telah mendapatkan vaksin

Orang yang divaksinasi kemungkinan besar masih dapat terinfeksi tanpa gejala dan kemudian dapat menularkannya ke orang lain yang belum divaksinasi. Apalagi, penularan Covid-19 paling banyak berasal dari orang tanpa gejala.

Jika orang yang divaksinasi tidak menggunakan masker sampai menerima vaksin dosis kedua, mereka masih berpotensi besar menyebarkan virus Covid-19. Mendapatkan vaksinasi hanya memperkecil kemungkinan untuk jatuh sakit dan mengembangkan gejala Covid-19.

Untuk itu, orang yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 tetap perlu menerapkan protokol kesehatan agar menghindari kemungkinan menjadi pembawa virus bagi orang lain.

4. Tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin

Beberapa kelompok orang tidak bisa mendapatkan vaksin, salah satunya orang yang memiliki kondisi medis yang kronis. Orang dengan kondisi tersebut juga dapat masuk kelompok orang berisiko tinggi mengalami Covid-19. Oleh sebab itu, kita perlu melindungi mereka agar tidak terinfeksi virus Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Topik
Covid 19Vaksin Covid 19vaksin sinovacmasker kesehatan
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru