SBY Menyesal Pernah Percaya Moeldoko dan Angkat Jadi Panglima TNI, Berikut Faktanya

Mar 06, 2021 12:38
(Foto : Internet)
(Foto : Internet)

INDONESIATIMES – Permasalahan internal Partai Demokrat yang berujung Kongres Luar Biasa (KLB) akhirnya menghadapkan dua jenderal purnawirawan TNI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Moeldoko.

Melalui akun Youtube pribadinya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY buka suara atas Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diselenggarakan di Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).

Diketahui KLB tersebut menghasilkan keputusan menjadikan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) TNI Moeldoko sebagai ketua umum.

Menanggapi hal tersebut Presiden keenam RI mengaku menyesal dan bersalah pernah memberikan jabatan Panglima TNI kepada Moeldoko saat dirinya menjabat sebagai presiden.

Bersekongkol Melakukan Kudeta AHY 

Hal tersebut dikarenakan, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko telah bersekongkol dengan beberapa orang dalam, di Partai Demokrat melakukan kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan menggelar KLB Partai Demokrat,

“Sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara yang kita cintai ini, memang banyak yang tercengang, banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini,” tuturnya.

Membuat Malu

SBY menyayangkan sikap Moeldoko sebagai prajurit TNI yang sudah melakukan kudeta Partai Demokrat. Ia mengatakan, tentu membuat malu para prajurit maupun perwira yang pernah bertugas di TNI.

“Tak hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran TNI, termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu memberikan rasa kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya memohon ampun kepada Allah Ta’ala, Tuhan yang Maha Kuasa, atas kesalahan saya itu,” ucap SBY melalui siaran langsung di akun Youtube pribadinya, Jumat (5/3/2021), malam.

Tidak Menyangka Dikudeta oleh Kader Sendiri

SBY juga mengatakan bahwa dirinya tidak menyangka bahwa partai yang dibesarkannya dikudeta oleh kadernya sendiri. 

“Sebagai seorang yang menggagas Partai Demokrat, termasuk yang membina dan membesarkan partai ini, tak akan pernah memimpinya, tak pernah terlintas dalam pikiran saya, bahwa Partai Demokrat akan dibeginikan,” ungkapnya.

Akal Sehat Telah Mati

Dari permasalahan yang terjadi tersebut SBY menilai KLB tidak hanya membuat Demokrat berkabung, tetapi juga seluruh bangsa Indonesia.

“Hari ini kami berkabung, Partai Demokrat berkabung, sebenarnya bangsa Indonesia juga berkabung. Berkabung dikarenakan akal sehat telah mati, sementara keadilan supremasi hukum dan demokrasi sedang diuji,” kata SBY.

KLB tidak Sah dan tidak Legal 

SBY menyebutkan KLB yang digelar di Sumatera Utara tersebut tidak sah dan tidak legal. Ia juga menambahkan KLB yang memutuskan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat itu abal-abal.

“KLB tersebut telah menobatkan KSP Moeldoko, seorang pejabat pemerintahan aktif berada di lingkar dalam lembaga kepresidenan, bukan kader Partai Demokrat, alias pihak eksternal partai, menjadi Ketum Partai Demokrat,” ucap SBY. 

Topik
Kisruh Partai DemokratSBYmoeldokoKLB Partai Demokrat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru