Audiensi dengan PGRI, Wali Kota Malang Komitmen Perhatikan Nasib GTT dan PTT

Mar 05, 2021 18:14
Wali Kota Malang, Sutiaji (empat dari kiri) dan Kepala Disdikbud, Suwarjana (empat dari kanan) bersama para pengurus PGRI Kota Malang (Humas Pemkot)
Wali Kota Malang, Sutiaji (empat dari kiri) dan Kepala Disdikbud, Suwarjana (empat dari kanan) bersama para pengurus PGRI Kota Malang (Humas Pemkot)

MALANGTIMES - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Malang, mendatangi Balai Kota Malang. Mereka melakukan audiensi dengan Wali Kota Malang, Sutiaji di ruang rapat Wali Kota Malang dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana.

Dalam kesempatan tersebut, Sutiaji menyamakan, pendidikan merupakan salah satu hal yang menjadi fokusnya. Karena itu, dalam audiensi ia menyebut jika Pemkot  Malang sangat berkomitmen terhadap nasib Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Kota Malang.

"Tentunya komitmen untuk kesejahteraan para guru, baik GTT maupun PTT. Kami benar-benar komitmen untuk hal itu," tegas Sutiaji.

Kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dijelaskan Sutiaji juga masih tersedia cukup banyak. Dikatakannya, sekitar 300 sampai 400-an kuota PPPK masih ada. Akan tetapi, tak semua guru akan diusulkan. Sebab, terdapat golongan yang akan menjadi prioritas.

” Kita sudah usulkan, kita masih ada kuota 300-400an untuk guru-guru yang belum diangkat jadi PPPK. Kami utamakan untuk guru-guru yang belum diangkat ke PPPK, diutamakan adalah yang golongan K-2,” bebernya

Turut disampaikan Sutiaji, jika sebelumnya pihaknya juga telah melantik 83 PPPK. Dari jumlah tersebut, sebagian besar didominasi dengan PPPK yang berprofesi sebagai seorang guru. Untuk jumlah pastinya sekitar 72 PPPK.

Pihaknya mengaku selalu berupaya maksimal dalam komitmen mensejahterakan guru. Sebab, seperti diketahui, jika peran seorang guru amatlah penting dalam membangun generasi penerus bangsa.

“Jadi kami berfikir terus. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk yang terbaik bagi guru-guru,” ungkap pria berkacamata itu.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Malang Burhanudin, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Wali Kota Sutiaji atas kepedulian pemerintah kepada GTT dan PTT.  Sebab, atas upaya Wali Kota Malang, pada 2019 lalu, mendongrak kesejahteraan para guru GTT dan PTT.

Saat itu, Wali Kota Malang menyampaikan kepada pada dinas terkait untuk usulan GTT dan PTT hingga akhirnya muncul peraturan walikota nomor 1 tahun 2019. Hal itu berimbas daripada kesejahteraan seperti gaji yang diterima para GTT dan PTT

"Terima kasih atas perhatiannya, GTT dan PTT yang semula menerima Rp 600-700 ribu, langsung paling rendah menerima Rp 1,7 juta. Kami sungguh terima kasih,” pungkasnya.

Topik
Wali Kota MalangSutiajiGTT dan PTTBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru