2021, Fluktuasi Bencana di Kabupaten Malang Lebih Tinggi

Mar 04, 2021 21:30
Petugas BPBD Kabupaten Malang saat mengevakuasi bencana di rest area Sumbermanjing Wetan. (Foto: BPBD Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Petugas BPBD Kabupaten Malang saat mengevakuasi bencana di rest area Sumbermanjing Wetan. (Foto: BPBD Kabupaten Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Cuaca yang tak menentu membuat wilayah Kabupaten Malang sangat rawan terjadi bencana. Bahkan, dalam satu hari, tepatnya Selasa (2/3/2021) kemarin, ada empat bencana yang terjadi secara bersamaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan menyebut bahwa hujan disertai angin yang terjadi Selasa (2/3/2021) cukup parah dan membuat sejumlah wilayah terkena dampaknya.

Dari laporan yang diterima media ini, di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan tercatat ada tiga kejadian. Antara lain  di Desa Druju dan Desa Sumbermanjing Wetan. Hal itu membuat aktivitas masyarakat secara mendadak terhenti karena sapuan angin kencang disertai hujan sangat deras.

Sementara satu kejadian, yakni pohon tumbang yang diakibatkan angin kencang dan hujan lebat, terjadi di Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. “Di daerah Pakis, Tumpang, Jabung, kemudian Ngantang, Kasembon itu tadi hampir merata semuanya hujan disertai angin memang waktu itu,” kata Sadono.

Bahkan saat ini, Sadono mengaku bahwa bencana di Kabupaten Malang diprediksi masih akan terjadi. Hal itu mengingat cuaca yang tak menentu yang masih terjadi akhir-akhir ini. Dan Sadono juga mengaku bahwa tahun 2021 fluktuasi bencana lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jadi kalau dilihat periode atau historisnya, kalau di Kabupaten Malang memang didominasi oleh (bencana, red) tanah longsor setiap tahun. Cuma di tahun 2021,  fluktuasinya lebih tinggi,” ucapnya. 
 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
BPBD Kabupaten Malangberita kabupaten malangBencana Alam

Berita Lainnya

Berita

Terbaru