Pedagang Pasar Besar Kota Malang Resah, Wadul ke Dewan Minta Pembangunan Ditunda

Mar 04, 2021 15:30
Perwakilan pedagang Pasar Besar saat bertemu dengan DPRD Kota Malang, Kamis (4/3/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Perwakilan pedagang Pasar Besar saat bertemu dengan DPRD Kota Malang, Kamis (4/3/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES- Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk membangun ulang Pasar Besar Kota Malang nampaknya membuat pedagang cukup ketir-ketir. Pasalnya, mereka menilai masa pandemi bakal lebih menyulitkan jika pembangunan dilakukan.

Hal ini mereka sampaikan kepada Anggota DPRD Kota Malang, hari ini (Kamis, 4/3/2021). Pedagang menginginkan pemerintah menunda pembangunan Pasar Besar.

"Belum setuju (terkait rencana pembangunan Pasar Besar Kota Malang, Red). Kita minta ditunda," ujar Ketua Persatuan Pedagang Pasar Besar Kota Malang Rif'an Yasin.

Ia menjelaskan, alasan permintaan tersebut lantaran kondisi pandemi Covid-19 yang cukup menyulitkan pedagang apabila harus menjalani relokasi. Belum lagi, pihak pedagang menilai selama ini belum diketahui jelas terkait pendanaan dan lama waktu pembangunan pasar tersebut.

"Karena Covid-19, dan belum jelas dananya dan gimana waktunya. Kalau dananya umpamanya mencukupi, waktunya mencukupi, kami rembukan lagi," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengatakan terkait pembangunan Pasar Besar dipastikan belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, masih harus memastikan legal standing terkait bangunan itu sendiri.

Mengingat bangunan ini masih terikat perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak PT Matahari Departement Store hingga 2034 mendatang.

"Kami hanya memberikan kepastian, dalam waktu pendek ini tidak mungkin akan ada pembangunan, karena apa, legal standingnya belum jelas. Kalau bangun itu harus ada adendum PKS antara Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dengan pihak Matahari, dan harus persetujuan DPRD," ungkapnya.

Sementara berkaitan dengan usulan untuk dilakukannya perbaikan, kata Made, pihaknya menyebut di APBD 2021 untuk pemeliharaan Pasar Besar hanya ada dana Rp 100 juta. Karenanya, nanti pihaknya akan mencoba mengajukannya di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

"Beberapa pedagang menganggap di masa pandemi jangan ada relokasi tapi ada perbaikan saja. Maka kami membuka APBD kita, ternyata ada anggaran pemeliharaan kecil hanya Rp 100 juta untuk Pasar Besar. Mungkin ini di awal, nanti di PAK akan kita tambahkan," terangnya.

Lebih jauh, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono menyampaikan, atas aspirasi pedagang tersebut bakal diteruskan kepada Pemkot Malang khususnya Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.

Pihaknya, dalam waktu dekat juga akan menggelar hearing guna memastikan konsep dan Detail Enginering Design (DED) Pasar Besar Kota Malang agar sesuai dengan keinginan pedagang.

"Nanti DED juga akan didalami, agar seperti apa yang diinginkan, mulai konsepnya seperti apa. Jangan sampai merugikan pedagang, ketika sepakat jangan sampai mengurangi haknya pedagang, tapi kita harapkan akan lebih baik lagi," ungkap pria yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang tersebut.

Sebagai informasi, setelah 4 tahun mangkrak sejak kebakaran besar tahun 2016 silam, Pemkot Malang berencana membangun ulang Pasar Besar di tahun 2022 mendatang.

Rencananya, pasar tersebut akan dibuat layaknya pasar rakyat modern berkonsep bangunan Eropa. Proyek pembangunan pasar ini, ditaksir menelan biaya Rp 125 Miliar.

Topik
Berita MalangPasar Besar Kota MalangI Made Riandiana Kartika

Berita Lainnya

Berita

Terbaru