LPKP Jawa Timur Sebut Kabupaten Malang Masih Sulit Jadi Kabupaten Layak Anak

Mar 04, 2021 07:43
Kepala Divisi Perlindungan Perempuan dan Anak LPKP Jawa Timur Sutiah saat ditemui pewarta di Ruang Anusapati, Pendapa Kabupaten Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Kepala Divisi Perlindungan Perempuan dan Anak LPKP Jawa Timur Sutiah saat ditemui pewarta di Ruang Anusapati, Pendapa Kabupaten Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pemberdayaan (LPKP) Jawa Timur menyebut, Kabupaten Malang masih dalam kondisi stagnan di predikat madya untuk menuju Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Meski telah dilakukan evaluasi sebanyak tiga kali, namun kondisi Kabupaten Malang untuk menjadi Kabupaten Layak Anak masih bertengger di posisi madya.

"Sudah dimulai sejak 2011 setahu saya deklarasi pertama menuju Kabupaten Malang layak anak. Tetapi memang masih stagnan. Kabupaten Malang statusnya masih di madya. Jadi tiga kali evaluasi terakhir, kondisi Kabupaten Malang itu masih pada posisi bertengger di madya," Kepala Divisi Perlindungan Perempuan dan Anak LPKP Jawa Timur Sutiah kepada MalangTIMES. 

Lanjut Sutiah, bahwa penyebab Kabupaten Malang masih stagnan di predikat madya sejak tahun 2011 di deklarasikan menuju Kabupaten/Kota Layak Anak, yakni kondisi geografis Kabupaten Malang yang luas dengan 33 kecamatan dan 390 desa/kelurahan yang ada. 

"Karena mungkin Kabupaten Malang itu cakupan wilayahnya luas. Kemudian kalau kita hitung, jumlah anak itu kan 31 persen. Kalau penduduk Malang 3 juta saja artinya ada 1000 anak dengan keragaman kondisi, keragaman wilayah, latar belakang orangtua, yang itu tidak mudah memang untuk menangani," bebernya. 

Sutiah menjelaskan bahwa penjenjangan untuk menuju Kabupaten/Kota Layak Anak terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui. Kabupaten Malang pun masih harus mengejar ketertinggalan yang masih stagnan di predikat madya atau jika dilihat dari skornya, Sutiah menyebutkan bahwa masih di angka 700. 

"Kalau kita lihat dari penjenjangan KLA itu, Kabupaten Malang masih butuh tiga tahapan lagi jadi Kabupaten Layak Anak. Jadi pratama, masuk ke madya, madya kalau bisa kita kejar pemenuhan indikatornya sampai ke Nindya utama baru ke KLA," jelasnya. 

Namun, kata Sutiah memang untuk Kabupaten Malang masih berat dan banyak tantangan untuk menuju KLA. Terlebih lagi, harus ada komitmen bersama antara pembuat kebijakan, masyarakat dan seluruh lembaga yang konsen terhadap perlindungan anak. 

"Untuk jadi KLA itu memang menurut saya agak berat tantangannya. Apalagi cakupan wilayah yang sangat luas. Kabupaten Malang statusnya masih di madya. Itu kalau skor nilai itu baru 700 an," ujarnya. 

Lebih lanjut, Sutiah berharap agar terdapat kolaborasi dan kerjasama dengan semua pihak serta komitmen dari pemerintah. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Malang untuk mewujudkan Kabupaten Malang menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak .

"Harapan saya sebetulnya dengan kolaborasi, sinergitas kerjasama semua pihak, komitmen pemerintah yang sangat kuat, tidak sulit juga sih. Walaupun untuk level KLA itu masih butuh waktu. Setidaknya tahun ini harus naik peringkat," terangnya. 

Karena menurut Sutiah, jika dilihat peluang dari kolaborasi dan kerjasama dengan pemerintah, organisasi perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Malang sangat terbuka.

Topik
Kabupaten Layak AnakKabupaten MalangLembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pemberdayaan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru