Tingkatkan Kemampuan Operator Sedot Tinja, DPUPRPKP Kota Malang Gandeng USAID

Mar 03, 2021 21:32
Kepala UPT PALD Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Arif Dermawan saat ditemui pewarta di ballroom salah satu hotel di Kota Malang, Rabu (3/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Kepala UPT PALD Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Arif Dermawan saat ditemui pewarta di ballroom salah satu hotel di Kota Malang, Rabu (3/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Kemampuan operator sedot tinja UPT (Unit Pelaksana Teknis) PALD  (Pengelolaan Air Limbah Domestik) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang terus ditingkatkan. Salah satunya melalui pelatihan penggunaan aplikasi Management Information System (MIS) Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT).

Dalam pelatihan ini, DPUPRPKP menggandeng lembaga Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (USAID-IUWASH PLUS).

Kepala UPT PALD DPUPRPKP Kota Malang Arif Dermawan mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki data yang semuanya telah terangkum dalam SIPALDI. Dengan bekerja sama dengan USAID-IUWASH PLUS pihaknya berharap agar data yang berada di SIPALDI dapat disinkronkan dengan sistem manajemen informasi. 

"Dengan harapan, seluruh kegiatan layanan lumpur tinja terjadwal ini benar-benar terintegrasi dengan sistem secara online. Baik dari mulai penjadwalan sampai dengan pembuangan. Lengkap ke dalam sistem," ujarnya kepada MalangTIMES, Rabu (3/3/2021). 

Permudah-Kerja-DPUPRPKP-Kota-Malang-Gelar-Pelatihan-Operator-Gandeng-USAID-IUWASH-PLUSbfe73f2c827ad037.jpg

Lanjut Arif bahwa dengan data puluhan ribu pelanggan yang telah terangkum pada SIPALDI dan dimiliki UPT PALD DPUPRPKP Kota Malang jika dikerjakan secara manual akan menyulitkan para operator untuk melakukan penyedotan di masing-masing rumah warga. 

"Kita menyusun jadwalnya juga kesulitan menentukan areal. Jadi kita coba menyinkronkan data areal dengan data pelanggan. Supaya kita bisa manajemen dari penyedotannya itu. Supaya sesuai dengan jadwal," katanya. 

Pria berkacamata ini juga menyebutkan bahwa pelatihan terkait aplikasi MIS LLTT yang telah terselenggara diikuti oleh total 10 orang peserta yang semuanya merupakan operator dari UPT PALD DPUPRPKP Kota Malang. "Ini semua adalah operator dari UPT PALD. Ini total ada 8 operator yang di lapangan ditambah dua dari operator yang ada di kantor untuk menerima pembuangan," sebutnya. 

Arif berharap dengan dilakukan pelatihan terhadap 10 orang operator dari UPT PALD DPUPRPKP Kota Malang akan mempermudah cara kerja dan manajemen penjadwalan terkait penyedotan. 

"Harapan kita, penjadwalan maupun penyedotan, sampai dengan pelaporan itu semua sudah terintegrasi dalam sebuah sistem. Jadi kita pembayaran pun sudah menggunakan online pakai kiriss dari Bank Jatim. Jadi Payment-nya Cashless. Jadi kita langsung masuk ke Bank Jatim," jelasnya. 

Terkait kerjasama dengan pihak USAID-IUWASH PLUS, Arif menuturkan bahwa program kerja sama yang saat ini telah berjalanan sudah dilakukan sejak lama oleh Pemerintah Kota Malang. 

"Sebenarnya kerjasama kita Pemkot Malang dengan USAID-IWASH ini sebetulnya sudah lama. Sebelum IWASH Plus ini sebelumnya ada IWASH kaitannya dengan bagaimana kita menuju Malang Kotaku (Kota Tanpa Kumuh). Ini menjadi salah satu bagian dari mewujudkan Malang Tanpa Kumuh," tandasnya. 

Sementara itu, Urban Sanitation Specialist USAID-IUWASH PLUS Jawa Timur Ristina Aprilia mengatakan bahwa pihaknya telah mengembangkan suatu aplikasi yang dapat mempermudah kerja para operator di UPT PLAD DPUPRPKP Kota Malang yakni MIS LLTT. 

"Aplikasi ini dapat digunakan oleh operator UPT PLAD DPUPRPKP Kota Malang untuk mengatur penyedotan lumpur tinja. MIS ini berisi data-data pelanggan yang berminat menjadi pelanggan LLTT. Dimana pelanggan ini akan disedot setiap tiga tahun sekali," ujarnya. 

Disampaikan Ristina bahwa mengingat dalam target RPJMN terdapat target suatu Kota/Kabupaten 15 persen masyarakat yang memiliki tangki septic itu harus disedot secara berkala setiap tiga tahun sekali. 

Permudah-Kerja-DPUPRPKP-Kota-Malang-Gelar-Pelatihan-Operator-Gandeng-USAID-IUWASH-PLUS-28600d21d16ed28f4.jpg

"Di Provinsi Jawa Timur target lebih tinggi, di mana 20 persen pemilik tangki septic harus disedot secara rutin tiga tahun sekali. Sanitasi harus aman, tidak hanya tinja ditampung di tangki septic tapi lumpur tinjanya harus di sedot dan dibuang ke IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja, red)," terangnya. 

Terkait teknisnya sendiri, Ristina menjelaskan bahwa dengan keberadaan aplikasi MIS LLTT yang dapat mempermudah kerja operator, pihak operator akan lebih mudah mengetahui rumah pelanggan yang waktunya dilakukan penyedotan lumpur tinja. 

"Dengan adanya MIS ini, otomatis UPT PALD dapat melihat siapa yang rumah mana yang harus disedot. Jadi otomatis dia akan memunculkan waktu pelanggan yang harus disedot," tuturnya. 

Ristina berharap agar aplikasi yang telah dikembangkan oleh USAID-IUWASH PLUS dapat digunakan oleh Pemerintah Kota Malang dalam hal ini UPT PALD DPUPRPKP Kota Malang. 

"Harapannya aplikasi ini bisa digunakan oleh Pemerintah Kota Malang dalam hal ini melalui UPT PLAD DPUPRPKP Kota Malang untuk meningkatkan pelayanan penyedotan lumpur tinja di masyarakat," pungkasnya.

Topik
DPUPRPKP Kota MalangUPTD Pengolahan Lumpur TinjaUSAID

Berita Lainnya

Berita

Terbaru