Setahun, Penyaluran Pekerja Migran di Kabupaten Malang Tertunda karena Covid-19

Mar 03, 2021 21:13
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo (berdiri di podium) saat memberikan arahan dalam agenda Forum Silaturahmi Perusahaan Penempatan PMI dan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta dalam Era Transisi, Rabu (3/3/2021). (Foto: istimewa)
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo (berdiri di podium) saat memberikan arahan dalam agenda Forum Silaturahmi Perusahaan Penempatan PMI dan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta dalam Era Transisi, Rabu (3/3/2021). (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Nyaris selama 1 tahun setelah pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, membuat mekanisme penyaluran Pekerja Migran Indonesia (PMI) terhambat. Hal ini juga berdampak pada penyaluran calon PMI yang ada di Jawa Timur termasuk di Kabupaten Malang.

”Praktis selama sekitar satu tahun belakangan ini, pengiriman PMI termasuk di Kabupaten Malang mengalami kendala. Bahkan sampai dengan saat ini, pengiriman PMI masih belum bisa dibuka secara normal,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo, saat menghadiri Forum Silaturahmi Perusahaan Penempatan PMI dan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta dalam Era Transisi, di Maxone Ascent Hotel Malang, Rabu (3/3/2021).

Di hadapan kurang lebih 40 tamu undangan, Yoyok mengaku bakal memberikan pelatihan terhadap Calon PMI, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi bagi para calon PMI yang tertunda keberangkatannya karena pandemi Covid-19. Dia berharap, dengan solusi ini bisa membuat para PMI lebih siap sebelum akhirnya ditempatkan sesuai dengan negara tujuan.

”Informasinya akan ada pelatihan terhadap calon PMI, nantinya se-Jatim yang akan menjalani pelatihan ada sekitar 800 hingga 900-an orang,” jelasnya.

Namun, dari total keseluruhan calon PMI se-Jatim yang akan menjalani pelatihan tersebut, Yoyok masih belum bisa memastikan berapa kuota yang disediakan untuk calon PMI yang ada di Kabupaten Malang. ”Di Jatim ada 900 itu, tapi kalau kuota untuk Kabupaten Malang masih belum ditentukan," imbuhnya.

Meski belum ditentukan berapa kuotanya, namun Yoyok mengaku telah intens berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk merealisasikan pelatihan kepada calon PMI yang ada di Kabupaten Malang.

Di antaranya adalah berkoordinasi dengan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja (P2TK) Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati dan BLK Singosari Disnakertrans Jawa Timur. ”Pada beberapa UPT ini, memang ada program khusus yang mendukung soal pelatihan bagi calon PMI," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Pelaksana Kegiatan Rahmat Yuniman menuturkan, kegiatan yang digelar pada hari ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang tata cara pengiriman PMI menjelang masa transisi.

"Tujuan dari kegiatan ini untuk mencegah pengiriman PMI secara ilegal, meningkatkan keterbukaan Perusahaan dalam hal penempatan PMI, serta memberikan jaminan perlindungan bagi PMI,” pungkasnya.

Topik
Yoyok WardoyoDisnaker Kabupaten MalangPekerja Migran IndonesiaBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru