Istri Terduga Teroris di Malang Pertanyakan Penangkapan Suaminya, Sebut Cek Rp 2,7 Miliar Menemukan di Jalan

Mar 03, 2021 20:37
Istri terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang (foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Istri terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang (foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ari, istri terduga teroris inisial BS yang ditangkap Densus 88 Anti Teroris Polda Jatim Selasa (2/3/2021) kemarin, membantah suaminya terlibat jaringan teroris. Ari yang tinggal di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini mengelak jika suaminya terlibat jaringan Jama'ah Islamiyah.

Menurut Ari, suaminya selama ini dikenal sebagai orang rumahan. Bahkan sebagian besar waktunya dihabiskan untuk membuat kerajinan tas kulit. “Kalau (suami saya, red) sampai segitu (terlibat jaringan Jama'ah Islamiyah), suami saya sepertinya tidak sampai ke sana jangkauannya,” ujar Ari, Rabu (3/3/2021).

Lanjut Ari, dirinya sampai saat ini tidak mengerti alasan kenapa suaminya tersebut ditangkap Densus 88 Anti Teror. Bahkan Ari yakin bahwa suaminya tidak bersalah dan tidak melanggar hukum. "Maksudnya (penangkapan, red) saya juga tidak tahu apa yang dimaksud (kesalahan suaminya, red),” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ari yang mengetahui bahwa suaminya dituduh memiliki cek dengan nominal uang sebesar Rp 2,7 Miliar dari media itu sangat disayangkan. Hal itu karena Ari mendapatkan cek tersebut ketika berjalan-jalan.

“Mohon diluruskan itu karena saya geli membacanya, karena saya nemu di jalan itu. Kalau sudah punya itu (cek) rumah kita tidak begini, karena nemunya juga sudah lama,” terang Ari.

Masih kata Ari, ia mengenal suaminya hanya menjadi bendahara olahraga memanah. Sehingga dirinya bingung ketika mendapati suaminya ditangkap Densus 88 Anti Teror.

“Jadi suami saya itu jadi bendahara paguyuban memanah saja, jadi yang diambil buku bendahara memanah. Sehingga saya tidak mengira kok sejauh itu,” ungkap dia.

Sementara itu dikonfirmasi secara terpisah, Camat Pakis, Agus Haranto mengatakan tidak mengenal BS atau terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Anti Teror. Bahkan Agus menegaskan bahwa seorang pria terduga teroris tersebut merupakan warga pendatang dan bukan warga asli Desa Sekarpuro.

“Dari informasi pihak desa, kayaknya dia (terduga teroris) warga pendatang, jadi kami tidak tahu, silahkan konfirmasi ke Polsek Pakis,” kata Agus. 

Topik
Berita MalangPolisi Amankan Terduga Teroris malangjamaah islamiyahcek 2,7 miliar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru