Pasokan Vaksin di Kabupaten Malang Bertambah, Dinkes Distribusikan ke TNI

Mar 03, 2021 20:13
Petugas saat melakukan pendataan jumlah vial vaksin yang diterima oleh Pemkab Malang pada beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)
Petugas saat melakukan pendataan jumlah vial vaksin yang diterima oleh Pemkab Malang pada beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES- Pasokan vaksin Covid-19 tahap ke-2 di Kabupaten Malang nyaris 100 persen. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo

Arbani mengatakan, pengiriman vaksin tahap ke-2 yang telah diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang pada 22 Februari 2021 lalu, adalah sejumlah 40.600 vial. Jumlah vial yang telah diterima Pemkab Malang ini, bisa digunakan untuk 2 kali suntikan bagi 20.300 orang penerima vaksin.

Sedangkan sasarannya adalah prioritas ke-2 mulai dari TNI, Polri, dan guru serta tenaga kesehatan (nakes) yang belum mendapat jatah vaksin pada prioritas pertama. ”Dari jumlah itu (20.300 orang penerima vaksin, red) setelah kami coba untuk hitung kembali, yang paling urgent untuk dilakukan vaksinasi adalah TNI dan Polri,” jelasnya.

Data Dinkes Kabupaten Malang menyebutkan, jumlah anggota TNI yang diplot untuk mendapatkan vaksinasi dari pasokan vial vaksin tahap ke-2 ini, kurang lebih sebanyak 1.000 orang. ”Setelah kami cek datanya, untuk TNI ada 1.000-an. Kami sudah koordinasikan dan jumlah pastinya ada sebanyak 1.227,” terangnya.

Saat ini, lanjut Arbani, ribuan vial vaksin yang diperuntukkan bagi para TNI ini sudah dialokasikan dan siap untuk direalisasikan. ”Sudah kami serahkan vaksinnya, masalah pelaksanaannya dan untuk satuan mana saja masih menunggu instruksi dari Panglima TNI,” ungkapnya.

Sedangkan vaksinasi yang diperuntukkan bagi anggota Polri, masih menurut Arbani, jumlahnya tidak jauh berbeda dengan vial yang diperuntukkan bagi anggota TNI. ”Dari kepolisian Polres Malang disini itu jumlahnya 1.226, dan sudah kami lakukan penyuntikan mulai minggu lalu,” imbuhnya.

Sedangkan untuk sasaran ke-3 pada prioritas vaksinasi ke-2, adalah diperuntukkan bagi kalangan satuan pendidikan atau guru. ”Kemudian yang ke-3 adalah guru, jumlahnya antara 14 hingga 15 ribu orang,” paparnya.

Menurutnya, belasan ribu guru tersebut telah disesuaikan dengan data yang ada di Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang. ”Untuk guru sementara masih guru yang ada di sekolah negeri, jumlahnya antara 14 sampai 15 ribuan orang. Tepatnya ya sekitar 14.500-an, kemudian untuk guru sekolah negeri sudah divaksin mulai Senin (1/3/2021) kemarin,” tambahnya.

Lanjut, untuk prioritas pertama vaksinasi yakni nakes yang belum mendapatkan jatah vaksin pada pengiriman vial tahap pertama, jumlahnya ada sekitar 3 ribu orang. ”Tambahan 1 lagi, ada 3 ribu nakes yang belum divaksinasi di tahap pertama dulu, akan kita vaksin pada tahap ke-2 ini,” tuturnya.

Artinya, dijelaskan Arbani, dengan skema tersebut jumlah vial vaksin yang dikirim oleh pemerintah pusat pada tahap ke-2 ini, sudah dialokasikan nyaris 100 persen. Sebab, dari perhitungan Dinkes Kabupaten Malang, pasokan vaksin tahap ke-2 hanya tersisa untuk sekitar 300 orang saja.

”Jadi total ada 20.300 orang, tadi dipakai untuk TNI dan Polri kurang lebih 2.500 orang. Kemudian nakes 3 ribu orang, dan dari guru sekolah negeri itu kurang lebih 14.500-an,” pungkasnya.

Topik
Berita MalangVaksin Covid 19vaksin sinovacArbani Mukti WibowoDinkes Kabupaten Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru