Keren, Dekan Fapet Unikama Dipercaya Jadi Keynote Speaker Seminar Internasional

Mar 03, 2021 18:44
Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., MP., IPM (Ist)
Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., MP., IPM (Ist)

MALANGTIMES - Sebuah kebanggaan bagi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama). Sebab, dosen sekaligus Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) Unikama Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., MP., IPM diberikan kepercayaan untuk menjadi Keynote Speaker pada seminar Internasional.

Ya, seminar yang bertajuk International Conference on Agriculture, Animal Sciences and Food Technology (ICAFT) 2021 ini diselenggarakan oleh Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Terengganu, Malaysia.

Seminar Internasional ini digelar pada tanggal 2-3 Maret 2021 secara virtual via WEBEX Event dengan mengambil tema “Agricultural Innovation for Prosperity & Food Security”.  Para pesertanya pun berasal dari berbagai negara. Mulai dari Pakistan, Thailand, Mexico, India, Malaysia, Indonesia serta negara lainnya.

"Dalam seminar internasional itu, saya menyampaikan materi tentang  efektivitas teknologi pemisahan spermatozoa X dan Y menggunakan sumber daya lokal dalam mendukung ketahanan pangan," ungkapnya.

Berbagai penelitian terkait teknologi pemisahan spermatozoa X dan Y, diakui Enike telah banyak dilakukan. Bahkan sejak tahun 2006, pihaknya telah bekerjasama dengan beberapa pihak. Seperti dengan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang, Lokal Penelitian Sapi Potong Grati Pasuruan, dan PT Widodo Makmur Perkasa.

Lebih mendetail tentang materi, jika saat ini, perkembangan bioteknologi di bidang reproduksi ternak kini telah mengalami kemajuan, seperti halnya teknologi dalam memisahkan spermatozoa pembawa kromosom X dan Y. Dengan begitu, permintaan pasar berdasar jenis kelamin hewan baik itu jantan maupun betina, bisa tercukupi.

"Dengan teknologi ini, bisa memperkirakan jenis kelamin anak yang dilahirkan sehingga dapat disesuaikan dengan permintaan pasar. Jenis kelamin pedet, sebelum pedet tersebut lahir bisa ditentukan menggunakan teknologi inseminasi buatan dengan semen sexing," jelasnya.

Inseminasi buatan dengan semen sexing sendiri, dijelaskan Enike, merupakan penerapan inseminasi buatan dengan menggunakan spermatozoa yang sudah dipisahkan kromosomnya (kromosom X dan kromosom Y) sehingga jenis kelamin ternak yang akan dilahirkan bisa ditentukan sejak awal.

Selain metode tersebut, metode lainnya adalah dengan kolum albumen. Metode ini merupakan metode yang terjangkau. Meskipun begitu, tingkat kevalidan cukup tinggi dan cara pengaplikasiannya juga lebih mudah.

Pemisahan spermatozoa dengan metode sedimentasi putih telur didasarkan pada perbedaan motilitas spermatozoa X dan Y. Metode ini didasarkan atas perbedaan motilitas sperma X dan Y sebagai implikasi dari perbedaan massa dan ukuran.

"Inseminasi buatan dengan sexing semen menunjukkan hasil yang menggembirakan. Jenis kelamin ternak yang dihasilkan sesuai dengan harapan. Dapat disimpulkan bahwa pemisahan spermatozoa X dan Y menggunakan sumber daya lokal dapat efektif dalam mendukung ketahanan pangan. Hasil sexing spermatozoa menggunakan sedimentasi putih telur telah diaplikasikan di lapangan dan keberhasilannya sangat bagus dan dapat diterima oleh industri,” paparnya.

Disampaikannya juga, ke depan Fapet Unikama akan terus memacu kompetensi para dosen dan mahasiswa untuk tak berhenti berinovasi. Selain itu, pihaknya juga berharap agar sumberdaya manusia Fapet Unikama juga terus meningkatkan kreativitas dan penelitian serta mengaplikasikan hasil penelitian kepada masyarakat maupun  di lingkungan industri.

"Kami akan terus berkolaborasi dan melakukan riset dengan berbagai pihak, demikian pula dengan Faculty of Bioresources & Food Industry, UniSZA Terengganu, Malaysia," pungkasnya.

 

 

Topik
Fakultas Peternakan Unikamaunikama malangUniversitas Kanjuruhanwebinar internasional

Berita Lainnya

Berita

Terbaru