DLH Kota Malang Siapkan 60 Petugas Pengelola Sanitary Landfill

Mar 03, 2021 16:30
Tumpukan sampah di TPA Supit Urang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Tumpukan sampah di TPA Supit Urang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mengoperasionalkan proyek sanitary landfill di TPA Supit Urang terus dimaksimalkan.

Nantinya, dalam  fungsionalisasi yang direncanakan akan dijalankan mulai Juli 2021 mendatang tersebut, perlu adanya petugas dengan keahlian khusus. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia (SDM) saat ini tengah digagas guna mengoptimalkan operasional sanitary landfill itu. 

Setidaknya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyiapkan sejumlah 60 tenaga khusus. "Ada 60 orang. Kami ambil dari TPOK (tenaga pendukung operasional kegiatan). Memang untuk operasional sanitary landfill ini, kami menunggu dulu tenaganya siap," ungkap Kepala DLH Kota Malang Wahyu Setianto.

Ia menambahkan, sejumlah tenaga yang disiapkan tersebut lebih dulu harus menjalani pelatihan sekurang-kurangnya dua bulan lamanya. Pelatihan dilakukan secara bertahap.

Pengoperasian sanitary landfill sendiri, kata Wahyu, perlu pengetahuan khusus. Mengingat proyek pengelolaan sampah senilai ratusan miliar tersebut memakai beberapa teknologi yang baru.

Sehingga, pelatihan tersebut nantinya akan memudahkan petugas mengenali sistem agar bekerja dengan baik. Apalagi, pengelolaan sampah dengan sanitary landfill ini memunculkan gas metan yang cukup membahayakan apabila tidak diketahui secara benar pengelolaannya.

"Ini kan juga bahaya. Ledakan gas metana, kebakaran, hingga pencemaran air terjadi jika tidak dikelola dengan baik," imbuhnya.

Dengan memaksimalkan pelatihan ini, diharapkan para petugas khusus ini akan siap sebelum masa perngoperasionalan sanitary landfill pada Juli nanti. "Rencananya kan tahun ini sekitar Juli akan dioperasikan. Jadi, sebelum itu, tenaga harus sudah siap," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, proyek sanitary landfill yang menelan dana mencapai Rp 195 miliar ini merupakan kerja sama dari Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR dengan pemerintah Jerman dalam program Emission Reduction in Cities-Solid Waste Management (ERIC-SWM).

Dengan dioperasionalkan teknologi tersebut, maka penampungan sampah di TPA Supit Urang paling tidak mampu bertahan selama kurang lebih 6 hingga 7 tahun.

Topik
DLH Kota MalangPemkot MalangPengelolaan SampahTPA Supit Urang Kota Malangproyek Sanitary Landfill
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru