Satu Tahun Pandemi Covid-19, Kapolresta Leonardus: PPKM Mikro Efektif Tekan Covid-19

Mar 03, 2021 07:17
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata saat ditemui pewarta usai menyalurkan ribuan masker di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Selasa (2/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata saat ditemui pewarta usai menyalurkan ribuan masker di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Selasa (2/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Satu tahun peringatan pandemi Covid-19 yang telah mewabah di Indonesia, khususnya di Kota Malang, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menyebutkan, bahwa upaya pemerintah yang paling efektif yakni dengan melaksanakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro. 

"Kurun waktu dua minggu terakhir ini, kita sangat-sangat efektif dengan melaksanakan PPKM Mikro. Yaitu kita sudah keluar dari zona lima besar. Bahkan juga dari 10 besar Kabupaten/Kota se-Jawa Timur kita sudah tidak," ujarnya kepada awak media, Selasa (2/3/2021). 

Sebelumnya, perwira yang akrab disapa Leo ini juga mengatakan bahwa untuk Kota Malang sendiri beberapa bulan belakangan masih menempati peringkat 5 besar kasus aktif di Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. 

"Dua bulan terakhir itu kita sempat di 5 besar kasus positif aktif. Antara 300 sampai 350. Lalu untuk informasi, kita juga termasuk 5 besar Kabupaten/Kota se-Jawa Timur antara 200 sampai 250," bebernya. 

Perwira dengan tiga melati di pundaknya ini juga menyampaikan hal tersebut disetiap kampung tangguh semeru yang dikunjungi. Harapannya masyarakat juga dapat berperan aktif dalam melakukan pencegahan persebaran Covid-19 di Kota Malang diawali wilayah RT/RW yang berdasarkan kebijakan dari program PPKM Mikro. 

"Kasus aktif kita sudah berada di angka 200 ke bawah. Lalu isoman (isolasi mandiri, red) kita sudah berada di 100 ke bawah," ujarnya. 

Perwira polisi yang juga menjabat sebagai Wakil Komandan Satgas Covid-19 Kota Malang ini juga mengatakan, bahwa setiap harinya dari tim Covid-19 Hunter, Babinsa dan Babinkamtibmas selalu berpatroli dan melakukan penindakan terhadap pasien-pasien yang melaksanakan isolasi mandiri bersama pihak puskesmas setempat. 

"Setiap hari tim Covid Hunter ini Babinsa, Babinkamtibmas, lalu juga dari puskesmas itu mengantar pasien-pasien isoman, langsung ke Rumah Sakit Idjen Boulevard (Rumah Sakit Lapangan, red) dan Safe House (Jalan Kawi, red)," terangnya. 

Pihaknya pun bersyukur atas tindakan cepat dari tim Covid-19 Hunter, Babinsa, Babinkamtibmas dan pihak puskesmas untuk membawa para pasien yang sedang melaksanakan isolasi mandiri menuju Rumah Sakit Lapangan Idjen Boluevard atau Safe House Jalan Kawi dapat sembuh lebih cepat. 

"Alhamdulillah rata-rata seminggu sampai 10 hari sembuh semua," imbuhnya. 

Ternyata memang, menurut Leo bahwa penerapan PPKM Mikro yang berbasis di lingkungan RT/RW di wilayah Kota Malang sangat efektif untuk menekan angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang. 

"Ternyata yang paling efektif yang kami kerjakan PPKM Mikro ini. Sehingga kita sekarang angka terkonfirmasi positif kita cukup rendah. Mudah-mudahan ini bisa kita pertahankan terus, tidak boleh lengah," tandasnya. 

Sementara itu, Leo bersama Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona tidak bosan untuk mengingatkan masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan 5M. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. 

"Prokes 5M ini tolong tetap kita pedomani," pungkasnya. 

Sebagai informasi, berdasarkan data per 2 Maret 2021 dari Satgas Covid-19 Kota Malang bahwa total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 6041 orang, dengan pasien sembuh sebanyak 5413, dinyatakan meninggal 540 orang dan sedikitnya 88 orang dalam pemantauan.

Topik
ppkm mikroKapolresta Malang Kota AKBP Leonardus Sinarmataberita covid 19 kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru