Rentan Tertular Covid-19, Kiai Bisri Minta Pengurus Ponpes dan Takmir Divaksin

Mar 02, 2021 20:33
KH. Muhammad Bisri saat ditemui awak media usai menerima penyaluran ribuan masker dari Kapolresta Malang Kota dan Dandim 0833/Kota Malang di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Selasa (2/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
KH. Muhammad Bisri saat ditemui awak media usai menerima penyaluran ribuan masker dari Kapolresta Malang Kota dan Dandim 0833/Kota Malang di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Selasa (2/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Pengurus Pondok Pesantren (ponpes) dan takmir masjid diusulkan mendapat jatah vaksinasi Covid-19. Sebab mereka termasuk kategori rentan terpapar Covid-19 karena intensitas pertemuan dengan wali murid maupun jemaah. 

Usulan pengurus ponpes maupun takmir masjid mendapat jatah vaksin itu disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh KH. Muhammad Bisri.

"Vaksin ke pengasuh ponpes, karena langsung berhubungan dengan santri dan masyarakat luar. Jadi, pengurus yang menurut saya perlu diprioritaskan sama takmir masjid. Mohon jika bisa memberikan imbauan ke pemerintah itu didahulukan," ujar KH. Muhammad Bisri kepada MalangTIMES, Selasa (2/3/2021). 

Kiai yang mantan Rektor Universitas Brawijaya ini mengatakan bahwa para pengurus ponpes dan takmir masjid merupakan kategori orang yang rentan tertular Covid-19. 

Disampaikan oleh Bisri bahwa untuk pengurus ponpes dan takmir masjid rentan sekali tertular Covid-19 karena aktivitasnya yang mengurusi banyak hal dan berhubungan langsung dengan masyarakat luar. 

"Kalau pengurus ponpes itu yang mengurusi dari dalam dan ke masyarakat luar. Jadi aktivitasnya banyak. Untuk takmir juga dapat diprioritaskan mendapatkan vaksin," ujarnya. 

Antisipasi selain pemberian vaksin terhadap pengurus ponpes dan takmir masjid, Bisri juga mengatakan bahwa untuk saat ini di Ponpes Bahrul Maghfiroh telah menerapkan aturan ketat setelah sempat para santri banyak yang terpapar Covid-19. 

"Kemarin yang tidak merasa dan tidak bisa membau, sekitar 100 anak. Ya dari luar itu, jadi sudah di sini lama hampir satu tahun, pulangnya itu hanya pada saat libur sekolah, pada saat libur sekolah itu balik yang menjadi masalah," terangnya. 

Akhirnya pihak Ponpes Bahruk Maghfiroh melakukan Treatment terhadap 100 anak yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut dengan berjemur dan isolasi mandiri. "Akhirnya segera kami Treatment, kami jemur, kami isolasi sendiri, Alhamdulilah sembuh," imbuhnya. 

Lalu aturan pengetatan lainnya yang diterapkan oleh pihak pengurus Ponpes Bahrul Maghfiroh yakni membatasi tamu atau orangtua wali santri untuk datang ke dalam Ponpes Bahrul Maghfiroh. 

"Sekarang orangtua nggak boleh masuk, walaupun protes belum boleh lah sampai sekarang, karena kami belum steril. Kalau dulu kan boleh masuk, sekarang saya bilang nggak usah, kalau mau ngasih dari luar saja," tegasnya. 

Sementara itu, terkait permintaan pemberian vaksin terhadap pengurus ponpes dan takmir masjid, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata pun merespons baik dan akan berkomunikasi dengan pihak Pemerintah Kota Malang dalam hal ini Wali Kota Malang Sutiaji.  

"Sehingga ini nanti kita akan usulkan dengan Dinas Kesehatan maupun Pemkot Malang, untuk pengurus dari pondok ini bisa diprioritaskan mendapatkan vaksin, termasuk juga temen-teman media," ujarnya kepada awak media. 

Sementara itu, tahapan-tahapan terkait vaksinasi semata-mata merupakan ikhtiar bersama untuk mencegah persebaran Covid-19 khususnya di wilayah Kota Malang.

Topik
Berita MalangBahrul MaghfirohPonpes Bahrul MaghfirohProf Dr Muhammad Bisri
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru