Kampanye Pakai Masker Masuk Ponpes Bahrul Maghfiroh, Ini Harapan Kapolresta Malang kepada Santri

Mar 02, 2021 19:11
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonadus Simarmata (kiri), KH. Muhammad Bisri dan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona berikan penjelasan terkait Gerakan Santri Bermasker, Selasa (2/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonadus Simarmata (kiri), KH. Muhammad Bisri dan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona berikan penjelasan terkait Gerakan Santri Bermasker, Selasa (2/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Gerakan Santri Bermasker di Kota Malang terus bergerak. Giliran santri Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh di Jalan Joyo Agung, Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang, mendapat bantuan ribuan masker, Selasa (2/3/2021). Ribuan masker itu diberikan oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata bersama Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona kepada Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh KH. Muhammad Bisri.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata berharap agar para santri dapat memberikan contoh kepada masyarakat atas pentingnya bermasker di mana pun berada. "Kami sepakat dengan pimpinan pondok pesantren, bersama kepala sekolah SMP maupun SMA bahwa ini akan terus digelorakan dan diwajibkan kepada para santri. Sehingga ini akan menjadi role model bagi masyarakat yang ada di Kota Malang," ujarnya kepada awak media, Selasa (2/3/2021).  

Perwira dengan tiga melati di pundaknya ini juga mengatakan bahwa jika gerakan bermasker dimulai dari pondok pesantren akan memberikan dampak kepada masyarakat atas kepatuhan dalam menggunakan masker di mana pun berada. 

"Karena kalau dimulai dari pondok ini akan bisa ditiru, nderek kiai, apapun yang disampaikan para kiai, alim ulama kita, kita ikut," terang pria yang akrab disapa Leo ini. 

Leo mengatakan bahwa kunjungannya ke Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh merupakan kunjungan yang kedua dan dirinya bersama Ferdian akan terus melakukan kunjungan ke pondok pesantren yang ada di Kota Malang. 

"Karena kita punya target 50 ribu masker yang akan kita bagikan. Nah ini kita akan terus dengan pak Dandim. Allhamdulilah hari ini kita bisa tiba di sini dan bertemu dengan kiai Bisri juga," katanya. 

Mantan Wakapolrestabes Surabaya ini juga mengatakan bahwa pihaknya juga sempat berdiskusi dengan Kiai Bisri terkait kondisi para santri di tengah pandemi Covid-19. Bahwa para santri memang tidak diperkenankan untuk keluar dari areal Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh. 

"Tadi kita sudah diskusi dengan beliau (KH. Muhammad Bisri, red) bahwa para santri ini tidak ada yang keluar, jadi semacam disterilisasi. Betul-betul dia tidak keluar, tidak berhubungan dengan masyarakat," ujarnya. 

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh KH. Muhammad Bisri mengucapkan terima kasih kepada Kapolresta Malang Kota dan Dandim 0833/Kota Malang yang telah menyalurkan ribuan masker melalui Gerakan Santri Bermasker. 

"Saya terima kasih sekali pada Kapolresta dan Dandim karena ada program santri bermasker. Kami merasa, salah satu solusi untuk pencegahan (Covid-19, red) itu adalah masker. Hasil riset pun, itu juga adalah bermasker," ungkapnya. 

Kiai yang sekaligus merupakan seorang akademisi dan sempat menjabat sebagai Rektor Universitas Brawijaya ini juga mengatakan bahwa penggunaan masker sebaiknya sudah harus menjadi budaya atau kultur yang terus dilakukan oleh seluruh masyarakat dari berbagai elemen. 

"Saya kira ini sangat bagus dan fundamental. Pilihan dari program kepolisian tentang santri bermasker adalah tepat karena dari berbagai penelitian pun paling bagus pencegahan adalah memakai masker," ujarnya. 

Sehingga pihaknya senang atas penempatan Pondok Pesantren dan para santri untuk menjadi role model penggunaan masker agar dapat memberikan contoh kepada masyarakat serta membiasakan diri hidup sehat dengan mencegah persebaran Covid-19. 

"Apalagi kami pernah mengalami para santri kenak Covid-19. Betapa susahnya saya ngalami sendiri nggak bisa tidur mikirin anak-anak santri. Sekarang dengan adanya program bermasker ini, saya lebih ayem dan tenang. Karena anak-anak sekarang mulai disiplin pakai masker," pungkasnya.

Topik
Berita MalangBahrul MaghfirohPondok Pesantren Bahrul MaghfirohLeonardus SimarmataProf Dr Muhammad Bisri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru