Ubah Sampah Jadi Berkah, 150 Pemda Dikabarkan Tergiur Pengolahan Sampah di Kabupaten Malang

Mar 02, 2021 16:56
Bupati Malang Sanusi saat memberikan sambutannya pada agenda Seminar dan Webinar Talkshow HPSN tahun 2021 di TPA Wisata Edukasi Talangagung, Selasa (2/3/2021). (Foto: Istimewa)
Bupati Malang Sanusi saat memberikan sambutannya pada agenda Seminar dan Webinar Talkshow HPSN tahun 2021 di TPA Wisata Edukasi Talangagung, Selasa (2/3/2021). (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Dalam serangkaian agenda peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Bupati Malang Sanusi meminta kepada kalangan pemuda untuk berpartisipasi aktif pada sektor kepedulian pengelolaan sampah.

Pernyataan itu disampaikan Sanusi saat menghadiri agenda Seminar dan Webinar Talkshow HPSN tahun 2021, yang bertempat di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Wisata Edukasi Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (2/3/2021).

”Kegiatan ini bertujuan menggugah para pemuda untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan sampah, agar bisa lebih dimanfaatkan dan memberikan nilai serta manfaat lebih seperti yang ada di TPA Talangagung ini,” ucapnya.

Dijelaskan Sanusi, di TPA Wisata Edukasi Talangagung ini diklaim telah bisa merubah sampah menjadi hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya dengan pemanfaatan sampah menjadi gas metan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

”Seperti yang ada di (TPA) Talangagung ini, telah menjadi tempat wisata dan juga menyediakan gas metan yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat diseluruh desa (sekitar, red),” ulasnya.

Sejauh ini, dijelaskan Sanusi, tidak kurang sudah ada sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) yang telah memanfaatkan gas metan yang dihasilkan dari pengelolaan sampah di TPA Talangagung tersebut.

”Diberbagai daerah sampah ini jadi persoalan sendiri, tapi di Kabupaten Malang khususnya di Desa Talangagung sampah ini jadi berkah tersendiri. Sebab dapat dikelola dengan baik untuk diambil gasnya yang disalurkan ke sekitar 300 rumah tangga yang ada di sekitarnya,” ulasnya.

Sekedar informasi, pemanfaatan sampah menjadi gas metan di TPA Talangagung tersebut menggunakan metode sanitary landfill. Yakni proses pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi tertentu, sebelum akhirnya dipadatkan dengan cara menimbunnya dengan tanah.

Hasilnya, lanjut Sanusi, gas yang dihasilkan dari pengelolaan sampah tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pengganti gas elpiji. ”Terobosan ini sudah bisa menjadi suatu energi baru dan terbarukan yang dimiliki Kabupaten Malang,” ujarnya.

Tak heran, berkat terobosan tersebut, Sanusi mengklaim sudah ada ratusan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten/Kota, hingga provinsi yang “berguru” ke Pemkab Malang terkait pemanfaatan pengelolaan sampah menjadi gas metan tersebut.

”Kemarin sudah jadi study replikasi, tidak kurang dari 150 Pemerintah Kabupaten dan Provinsi datang ke sini (Pemkab Malang) untuk meniru gagasan ini (gas metan dari pemanfaatan sampah, red),” pungkasnya.

 

Topik
hari peduli sampah nasionalTPA Talangagung MalangBupati Malang SanusiPengelolaan Sampahberita kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru