Tren Digitalisasi Berkembang, BI Malang Dorong Kampanye Penggunaan QRIS

Mar 02, 2021 15:15
Kepala BI Malang, Azka Subhan saat memberikan sambutan dalam rangka sosialisasi terkait program QRIS GO 12 juta Merchant (Ist)
Kepala BI Malang, Azka Subhan saat memberikan sambutan dalam rangka sosialisasi terkait program QRIS GO 12 juta Merchant (Ist)

MALANGTIMES - Tren digitalisasi saat ini berkembang pada berbagai sisi kehidupan. Hal itu tak pelak juga berimbas pada berubahnya perilaku transaksi masyarakat ke arah tuntutan yang lebih besar pada mobilitas, kecepatan, fleksibilitas, serta keamanan.

Perubahan perilaku itu, juga mendorong muncul inovasi Quick Response code Indonesia Standard (QRIS). QRIS merupakan sebuah inovasi dalam sistem pembayaran adalah dengan adanya penggunaan QR Code dalam melakukan suatu transaksi. QRIS menjadi salah satu alternatif kanal merchant atau pembayaran yang merupakan metode pembayaran digital yang serba mobile, cepat, aman dan murah.

Di wilayah Malang Kabupaten dan Malang Kota, prosentase penggunaan QRIS oleh masyarakat, merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan wilayah kerja Bank Indonesia lainnya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo.

"Kota Malang dan Kabupaten Malang menunjukkan tren positif, sekitar 70-80 persen. Sebaran lainnya hanya kisaran 20 sampai 30 persen. Jadi ngejarnya di luar wilayah Malang ini harus dikejar dan ditingkatkan. Salah satunya adalah dengan kegiatan hari ini, kita dorong," jelas Kepala Bank Indonesia Malang, Azka Subhan, Selasa (2/3/2021).

Sekitar 18 bank dan lima perusahaan non bank, diundang agar semakin masif melakukan kampanye dalam upaya mendongkrak penggunaan QRIS. “Jadi mereka akan lebih menawarkan pada pengusaha, UMKM, merchant maupun outlet dan yang lainnya,” imbuhnya.

Kampanye nasional QRIS terus ditingkatkan menuju pencapaian 12 juta merchant di 2021. Pencapaian 12 juta merchant QRIS di 2021, memiliki sasaran meningkatkan akseptasi QRIS di sisi merchant (supply), sekaligus penggunaan QRIS di sisi pengguna (demand), sehingga mempercepat akseptasi QRIS untuk mengurangi dormant merchant QRIS atau merchant QRIS yang tidak aktif.

"Karenanya kami juga sangat berterima kasih dengan para media, mensupport dalam campaign ini. Program QRIS Go 12 juta merchant itu merupakan akumulasi dari tahun lalu yang ada di angka 6 juta. Tahun ini, tersisa 6 juta lagi dari target total 12 juta," jelasnya.

Ia membeberkan, di wilayah kerja BI Malang, peningkatan jumlah merchant QRIS sangat signifikan yaitu sebesar 360,02 persen, dari 31 ribu merchant di 2019 menjadi 140 ribu di awal tahun 2021 dengan jumlah merchant terbanyak adalah Kota dan Kabupaten Malang sebanyak 110 ribu.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Perusahaan Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) QRIS bank dan non bank atas capaian, kinerja dan semangatnya selama tahun 2020 sehingga penggunaan QRIS di wilayah kerja KPwBI Malang meningkat sangat signifikan. Namun perjuangan belum berakhir, di tahun 2021 ini Triangle Collaboration antara Bank Indonesia, Pemerintah, dan Industri Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan PJSP QRIS sangat diperlukan guna mendukung transformasi digital Indonesia melalui QRIS.

Sejak dilakukan Grand Launching QRIS oleh Bank Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2019, maka penggunaan QR Code dari setiap PJSP distandarisasikan, dan sejak 1 Januari 2020 transaksi pembayaran yang menggunakan QR code, wajib menggunakan QRIS MPM (Merchant Presented Mode), yaitu QRIS yang dimiliki oleh merchant, sehingga jika akan melakukan transaksi pembayaran pembeli yang akan scan QRIS merchant.

QRIS sendiri terus mengalami perkembangan. Bulan Maret 2020, QRIS TTM (Tanpa Tatap Muka) mulai digunakan, dan dimulainya pengembangan spesifikasi QRIS Cross Border. Kemudian, di bulan Juni 2020, dikembangkan QRIS Transfer, Tarik dan Setor (QRIS TTS).

Topik
BI MalangQRIS BIBank Indonesia

Berita Lainnya

Berita

Terbaru