170 Pengasuh dan Anak Berkebutuhan Khusus di Bhakti Luhur Malang Reaktif Swab Antigen Covid-19

Mar 01, 2021 19:36
Suasana Yayasan Bhakti Luhur Malang saat dinyatakan 170 penghuninya reaktif Covid-19, Senin (1/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Suasana Yayasan Bhakti Luhur Malang saat dinyatakan 170 penghuninya reaktif Covid-19, Senin (1/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Sebanyak 170 pengasuh dan anak berkebutuhan khusus Yayasan Bhakti Luhur Malang reaktif Covid-19, Senin (1/3/2021). Hal itu diketahui setelah para penghuni yayasan ini dilakukan Swab Test Antigen.

Pemeriksaan menyeluruh kepada penghuni Yayasan Bhakti Luhur Malang ini setelah sebelumnya lima penghuni mengalami gejala Covid-19 berupa batuk dan pilek. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif mengatakan bahwa lima penghuni Yayasan Bhakti Luhur Malang tersebut sejak hari Kamis (25/2/2021) telah mengalami gejala seperti batuk dan pilek. 

"Dokter Totok sebagai penanggungjawab melakukan pelacakan lewat Tracing, dibantu dengan puskesmas. Awalnya 5 orang anak berkebutuhan khusus. Dari 170 ada pengasuh, ada anak berkebutuhan khusus. Yang reaktif pengasuh sekitar 50 persen," jelasnya saat ditemui MalangTIMES di Yayasan Bhakti Luhur Malang, Senin (1/3/2021). 

Untuk lima penghuni yang mengalami gejala Covid-19 seperti batuk dan pilek serta telah dinyatakan reaktif Covid-19 melalui hasil swab antigen, dikatakan Husnul langsung dibawa menuju Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard. "Lima orang yang dibawa menuju ke Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard terdiri dari empat orang pengasuh dan satu anak berkebutuhan khusus," ujarnya. 

Lanjut Husnul Muarif bahwa 170 penghuni yang dinyatakan reaktif Covid-19 setelah dilakukan swab antigen berdasarkan hasil dari total 500 orang penghuni Yayasam Bhakti Luhur Malang yang dilakukan swab antigen. "Kenapa swab antigen? Karena satu untuk Screening dan keputusan dari Kementerian Kesehatan yang baru bahwa swab antigen sudah bisa dilakukan untuk penegakan diagnosa," jelasnya. 

Dokter berkacamata ini menuturkan, bahwa setelah ditemukan sebanyak 170 penghuni Yayasan Bhakti Luhur Malang yang reaktif Covid-19, tahapan selanjutnya yang dilakukan yakni melakukan pemisahan terhadap penghuni yang reaktif Covid-19 dengan penghuni yang lainnya. "Artinya 170 ini sudah dipisahkan dengan bangunan yang terlokalisir dan sudah dikondisikan supaya dijaga," ujarnya. 

Kemudian, disampaikan Husnul bahwa para pengasuh yang kondisinya tidak dinyatakan reaktif Covid-19 ditugaskan untuk melakukan penjagaan dan perawatan dengan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap. "Pengasuhnya sudah dibekali dengan APD, pengetahuan protokol kesehatan, kemudian juga sudah disuplai untuk asupannya," terangnya. 

Selanjutnya untuk 170 penghuni Yayasan Bhakti Luhur Malang yang dinyatakan reaktif Covid-19, Husnul menuturkan bahwa 10 hari kemudian akan dilakukan swab antigen lagi untuk pengecekan dan pemisahan kondisi penghuni yang dinyatakan reaktif dan negatif Covid-19. 

"Dari 170, mana yang berubah menjadi negatif. Perubahan itu sangat tergantung dari satu mobilisasi, karena sudah diisolasi Insya Allah bisa. Yang kedua asupan. Dokter Totok sudah meyakinkan asupannya sudah cukup dan yang ketiga penerapan protokol kesehatan," pungkasnya.

Topik
Covid 19Pasien Reaktif Covid 19Dinas Kesehatan kota malangyayasan bhakti luhur kota malangHusnul Muarif

Berita Lainnya

Berita

Terbaru