Presiden RI ke-2 Soeharto hingga Ahok Pernah Diadili Artidjo Alkostar

Feb 28, 2021 17:15
Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar. (Foto: detik.com).
Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar. (Foto: detik.com).

INDONESIATIMES - Sepak terjang Artidjo Alkostar di dunia hukum sangat mumpuni. Dikenal sebagai algojo para koruptor, kini mantan hakim agung yang kini berstatus sebagai anggota Dewan Pengawas KPK tersebut meninggal dunia.

Dikenal pejabat publik sebagai penegak hukum yang penuh integritas, salah satunya oleh Mahfud MD. Hal itu dibuktikan dalam 18 tahun menjadi hakim agung, Artidjo tidak pernah sedikit pun terkena isu korupsi ataupun suap. Lantas, Siapa saja yang pernah ia adili?

Artidjo telah menduduki jabatan sebagai hakim agung MA selama 18 tahun hingga Mei 2018. Kala itu, namanya disodorkan Menteri Kehakiman, Yusril Ihza Mahenda.

Selama menjadi hakim agung, puluhan ribu perkara telah adili. Salah satunya kasus korupsi presiden RI ke-2 Soeharto di tahun 2000-an. Namun, kala itu, kasus Soeharto ditutup oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) karena Soeharto menderita sakit permanen.

Jaksa kasasi dan perkara itu diadili oleh Syafiuddin Kartasasmita (Ketua Muda MA bidang Pidana), Sunu Wahadi, dan Artidjo Alkostar. Ketiganya menyatakan penuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Soeharto sudah dapat diterima dan memerintahkan JPU melakukan pengobatan terhadap terdakwa sampai sembuh atas biaya negara.

Setelah sembuh, barulah terdakwa dapat dihadapkan kembali ke persidangan. MA kala itu juga menyatakan, melepaskan terdakwa dari tahanan kota dan membebankan biaya perkara dalam semua tingkat pengadilan kepada negara.

Presiden partai yang dia adili juga sangat banyak. Seperti, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) yang tersangkut kasus korupsi. Artidjo bahkan menambah hukuman penjara Luthfi dari 16 tahun menjadi 18 tahun, serta mencabut hak politik mantan anggota DPR dari Fraksi PKS ini.

Kemudian, Artidjo pula yang menjadi ketua majelis terhadap kasus korupsi dan pencucian uang yang dilakukan mantan Ketum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum. Ia bahkan memperberat hukuman Anas dari 8 tahun penjara menjadi 14 tahun penjara. Namun, belakangan ini, hukuman Anas mendapat keringanan menjadi 8 tahun penjara. Yang memberikan keringanan hukum tersebut, yakni Wakil Ketua MA Sunarto.

Ada pula mantan Ketua MK Akil Mochtar, yang kala itu mendagangkan putusan di lembaganya. KPK mengendus akal busuk permainan jahatnya dan mencokoknya pada 2013 silam.

Akil kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau ia harus meninggal hingga mati. Vonis ini diketok oleh Pengadilan Tipikor Jakarta, Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta dan kasasi. Yang duduk sebagai majelis kasasi salah satunya adalah Artidjo Alkostar, kemudian MS Lumme, dan Krisna Harahap.

Selanjutnya, politikus Partai Demokrat Angelina Sondakh, tak luput dari peradilannya. Mantan Putri Indonesia 2001 silam ini dijatuhi hukuman 12 tahun penjara oleh Artidjo Alkostar, MS Lumme, dan M Askin, di tingkat kasasi.

Tapi di tingkat PK, hukuman Angie (sapaan akrabnya) diubah menjadi 10 tahun oleh trio Syarifuddin-Andi-Syamsul. Selain itu, harta Angie yang dirampas dikurangi setengahnya menjadi Rp 20 miliaran.

Kasus terakhir sebelum Artidjo pensiun, dan cukup menyita perhatian publik adalah saat menjadi ketua majelis PK atas terdakwa Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. Putusan itu diketok secara bulat oleh Artidjo Alkostar, Salman Luthan, dan Margiatmo. Ketiganya menyatakan tidak menemukan kekhilafan dalam putusan Ahok.

Topik
artidjo alkostarPresiden SoehartoAhokartidjo alkostar meninggal dunia

Berita Lainnya

Berita

Terbaru