Sepak Terjang Artidjo Alkostar, sang Algojo Para Koruptor

Feb 28, 2021 16:50
Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar. (Foto: source google).
Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar. (Foto: source google).

INDONESIATIMES - Artidjo Alkostar, sosok mantan Hakim Agung terbaik di Indonesia meninggal dunia pada hari ini (Minggu, 28/2/2021). Ia meninggal di usia 72 tahun, pada pukul 14.00 WIB, karena penyakit jantung dan paru-paru yang dideritanya.

Di jagat lembaga hukum, Artidjo Alkostar purna sebagai pengawal keadilan. Ia juga pernah menjadi aktivis, advokat, hakim agung, dan terakhir Dewan Pengawas KPK.

Pria kelahiran 22 Mei 1948 itu menyelesaikan kuliah di UII Yogyakarta. Semasa kuliah inilah, ia dikenal sebagai aktivis dalam berbagai organisasi. Ia juga sempat menjadi advokat di LBH Yogyakarta. Memasuki masa reformasi, namanya disodorkan Menteri Kehakiman kala itu yaitu Yusril Ihza Mahenda, untuk menjadi hakim agung.

Kala itu, namanya lolos di DPR dan dia menjadi hakim agung selama 18 tahun hingga masa pensiun pada Mei 2018.

https://twitter.com/mohmahfudmd/status/1365930905315942404?s=19

Selama menjadi Hakim Agung, Artidjo merupakan salah satu sosok hakim yang paling ditakuti bahkan mendapat julukan Algojo dari para koruptor saat dirinya masih bertugas di MA.

Ia disebut sering memberi 'hadiah' khusus bagi para koruptor, yakni berupa hukuman tambahan bagi mereka yang mencoba mendapatkan keringanan di tingkat kasasi.

Adapun, mereka yang pernah menerima 'hadiah' tersebut, yakni, mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, politikus Partai Demokrat Angelina Sondakh, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Selain itu ada pula mantan Kakorlantas Polri Irjen Djoko Susilo, mantan Gubernur Riau Annas Maamun, bintara Polri di Papua Labora Sitorus, hingga pengacara kondang OC Kaligis.

Sebelumnya, Artidjo sempat berkarier sebagai advokat selama kurang lebih 28 tahun. Saat menjadi Hakim Agung di MA, dirinya berhasil menyelesaikan ribuan perkara, atau sebanyak 19.708 perkara. Itu artinya, setiap tahun ada 1.905 perkara yang berhasil dirampungkan olehnya.

Dirangkum dari berbagai sumber, Artidjo dikenal sangat menjaga integritas dirinya waktu berkarir sebagai hakim. Ia kerap menolak tawaran undangan ke luar negeri. Dengan alasan, dirinya harus menyelesaikan perkara putusan setiap harinya.

Bahkan, saat menjabat sebagai hakim MA, Artidjo pernah mengaku, tak sedikit pemohon kasasi yang mencabut berkas ketika mengetahui dirinya yang akan menyidangkan perkaranya.

Usai pensiun dari MA, Artidjo Alkostar sempat berencana akan menetap di 3 tempat di luar Jakarta. Pertama di Situbondo, kedua di Yogyakarta, dan ketiga di Sumenep. Alasannya, karena ia lahir di Situbondo dan rumah orang tuanya di Sumenep.

Namun suratan takdir berkata lain. Pada Desember 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memintanya menjadi anggota Dewas KPK. Ia mengurungkan niat menikmati pensiun menggembala kambing dan menerima menjadi anggota Dewas KPK, hingga hari ini dirinya telah berpulang.

Topik
artidjo alkostaralgojo para koruptorartidjo alkostar meninggal dunia

Berita Lainnya

Berita

Terbaru