Optimalkan Pelayanan, DLH Kota Malang Bakal Modernisasi Armada Perangnya

Feb 28, 2021 16:37
Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto yang juga Plt Kepala Diskopindag Kota Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto yang juga Plt Kepala Diskopindag Kota Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, berencana memodernisasi sejumlah peralatan perangnya. Peralatan tersebut berupa armada dump truk pengangkut sampah hingga truk skylift  yang uzur maupun mengalami kerusakan.

"Ya kita memang akan ada program juga untuk modernisasi dan memperbaiki armada seperti truk," ungkap Wahyu Setianto Kepala DLH Kota Malang saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dicontohkannya, jika dari empat armada truk skylift yang dimiliki DLH Kota Malang, saat ini dua diantaranya mengalami kerusakan. Hal itu tak pelak juga berimbas pada layanan DLH Kota Malang terhadap masyarakat yang sedikit tersendat.

Laporan masyarakat terkait adanya pohon-pohon rawan roboh maupun permintaan masyarakat terkait pemangkasan pohon membutuhkan waktu yang sedikit banyak dalam penanganan.

"Imbasnya ya penanganan agak terlambat. Sehingga masyarakat komplain, tapi kita tidak menyalahkan masyarakat," jelasnya.

Akan tetapi, saat ini pihaknya akan terus berusaha untuk melakukan pendataan dan juga inventarisasi terhadap armada-armada yang memang sudah tak layak pakai untuk nantinya akan ada modernisasi atau perbaikan, meskipun dalam waktu yang bertahap.

"Di internal kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat. Kami juga melihat mana-mana yang kerap menjadi komplain masyarakat. Sehingga pelayanan bisa diperbaiki dan menjadi lebih maksimal," terangnya.

Sementara itu, disampaikannya juga, masyarakat bisa mengajukan terkait penebangan maupun pemampasan pohon. Sebelumnya, tim survei maupun tim eksekusi potong pohon telah dimiliki.

Pohon yang dilaporkan mati, menganggu fasilitas umum atau rawan tumbang nantinya akan terlebih dulu disurvei oleh petugas. Jika hasil survei pohon dinilai memang menganggu kabel jaringan PLN atau yang lainnya, pohon tersebut akan dilakukan pemangkasan.

Sementara itu, untuk pemotongan pohon, tak serta merta akan dilakukan pemotongan pohon yang dilaporkan mati. Sebelum melakukan pemotongan, akan dilakukan dulu survei untuk melihat kondisi pohon layak atau tidak untuk dipotong. 

Dalam permintaan untuk pemotongan pohon, terdapat syarat yang harus dipenuhi. Pemohon harus menyertakan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), kemudian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun Advice Planning jika bangunan masih dalam proses. Selain itu, harus mengganti dengan bibit pohon sesuai dengan Perda 3 tahun 2003 mengenai Pertanahan Kota dan Dekorasi Kota.

 

 

 

 

Topik
DLH Kota Malangprogram modernisasisyarat penebangan pohonberita kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru