Jika 'Bandel', Dikti Akan Bekukan Perizinan STIH Malang

MALANGTIMES - Dirjen Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Dr Totok Prastyo MT menegaskan bahwa STIH Sunan Giri Malang telah banyak melakukan pelanggaran dimasa statusnya yang non aktif.

Kemenristek Dikti telah menyatakan bahwa STIH Sunan Giri Malang masuk dalam salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang non aktif, karena rasio dosen dan mahasiswa tidak sesuai ketetapan Dikti,  yakni 1 dosen bisa menangani hingga ratusan mahasiswa.

Akibat kasus tersebut, STIH belum boleh mengadakan penerimaan mahasiswa tahun ajaran baru. Namun, di tahun 2015/2016 ini, STIH kembali membuka pendaftaran dan menerima 50 mahasiswa baru.

"Dari Dikti, tidak mengeluarkan perizinan. Sebab, Kopertis Wilayah Jatim saja tidak memberikan laporan. Jelas STIH melanggar aturan dari Dikti," tegas Totok, Rabu (18/11/2015). 

Selain itu, PTS non aktif karena dua kepemimpinan juga tidak diperkenankan mengadakan wisuda dan mengeluarkan ijazah. Namun, STIH justru mengadakan wisuda saat statusnya masih non aktif.

Dia pun mengancam akan membekukan perizinan kampus yang berada di Jalan Joyo Raharjo, Dinoyo Kota Malang itu. Jika masih melanggar dan melawan aturan Dikti, akan segera dibekukan izinnya. "Nanti kalau masih bandel begini, kita akan membekukan izin kampusnya," tegas Totok. 

Namun, salah satu Ketua STIH Tantowi Fadeli menegaskan bahwa saat ini, STIH sudah memenuhi rasio yang diinginkan Dikti. "Saat ini mahasiswa aktif kami sekitar 400 dan dosen tetap 10. Jadi, sudah memenuhi rasio Dikti 1:40," kilah Tantowi. (*)

Top