Tetap Senang meski Tempuh Perjalanan 50 Km demi Ikut Khitan Masal RSI Unisma

Feb 27, 2021 21:08
Salah satu peserta program khitan masal RSI Unisma bernama Fiyan dan orang tua yang mendampingi, Sabtu (27/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Salah satu peserta program khitan masal RSI Unisma bernama Fiyan dan orang tua yang mendampingi, Sabtu (27/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Orang tua dan anak peserta program khitan masal yang diselenggarakan Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang (RSI Unisma)  merasa bersyukur dan merasa senang. Itu karena akhirnya  mereka telah melalui proses khitan yang merupakan salah satu kewajiban dalam agama Islam. 

Khitan masal RSI Unisma ini  diikuti  50 orang peserta. Jumlah yang terbatas ini  merupakan bentuk penerapan protokol kesehatan yang diterapkan oleh panitia penyelenggara khitan massal  RSI Unisma. 

Dari 50 peserta khitan massal tersebut, mayoritas diikuti  warga yang berada di sekitar RSI Unisma. Memang  panitia penyelenggara program khitan masal lebih berfokus terhadap warga  sekitar RSI Unisma.  Hal itu bertujuan agar masyarakat sekitar RSI Unisma dapat merasakan dampak langsung di bidang kesehatan  putra-putranya melalui program khitan masal. 



Namun meskipun mayoritas berasal dari warga sekitar RSI Unisma, terdapat salah satu peserta yang jauh-jauh bertolak dari wilayah Bantur, Kabupaten Malang. Dia adalah Fiyan, yang datang didampingi Fatin. 

Saat ditemui pewarta, Fatin mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang dengan adanya program khitan masal RSI Unisma bersama beberapa lembaga lain seperti Lazis-NU Care. 

"Senang. Kan anak didik kami ini salah satu yang  belum khitan. Terus saya tawari. Dia bilang mau dan bersedia. Soalnya diledeki terus sama teman-temannya karena belum khitan. Jadi, dia mau disunat," ujarnya kepada pewarta, Sabtu (27/2/2021). 

Perempuan yang merupakan pengurus di TPQ (Taman Pendidikan Quran) Insan Qur'ani Bantur mengatakan bahwa Fiyan merupakan salah satu anak didik yang bermukim di lembaganya. Saat ini Fiyan masih mengenyam pendidikan di kelas 4 sekolah dasar. 

Fatin mengaku bahwa sebelumnya belum pernah mengikuti program khitan massal. Namun berdasarkan informasi yang didapat melalui pesan berantai WhatsApp, akhirnya dia mencoba menghubungi kontak yang tertera. 

"Belum pernah ikut program khitan masal. Jadi kebetulan ada yang belum sunat. Terus saya ikutkan khitan massal di RSI Unisma. Tahunya dari WA teman-teman. Terus menghubungi kontak yang ada," ungkapnya. 

Menempuh jarak sekitar 50 kilometer dari wilayah Rejoyoso, Bantur, menuju RSI Unisma tidak menyurutkan niat Fatin dan Fiyan untuk mengikuti program khitan masal. "Meskipun lumayan jauh, tapi alasannya anaknya mau, terus banyak teman, sama sekalian ngajak jalan-jalan. Biar nggak tegang anaknya," kata Fatin. 

Fatin mengaku memang sengaja orang tua Fiyan tidak turut serta mengantarkan anaknya dikhitan. Dikhawatirkan kedua orang tua Fiyan tidak tega saat Fiyan disunat. 

Selain itu, ada orang tua bernama Fendi yang membawa kedua anak laki-lakinya bernama Muhammad Zulham Effendi dan Muhammad Abdullah Effendi.  Dirinya merasa senang karena dalam memperingati Hari Lahir Ke,-98 Nahdlatul Ulama, RSI Unisma mengadakan acara khitan massal. 



"Ya alhamdulillah karena adanya program peringatan Harlah NU, nak-anak saya senang sekali bisa dikhitan dari program harlah NU," katanya. 
 

Topik
Khitan MasalRSI Unisma

Berita Lainnya

Berita

Terbaru