Ini Pengakuan Tetangga Terduga Teroris yang Ditangkap di Singosari

Feb 27, 2021 20:06
Ketua RT 02 komplek rumah terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Jumat (26/2/2021) di Singosari. (Foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Ketua RT 02 komplek rumah terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Jumat (26/2/2021) di Singosari. (Foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)


MALANGTIMES - Terduga teroris berinisial A yang ditangkap Densus 88 Anti-Teror  ternyata pernah menjadi pengurus RT di Perumahan Bumi Mondoroko Raya, RT 02 RW 14, Singosari, Kabupaten Malang.

Kepastian bahwa terduga teroris itu mantan pengurus RT disampaikan  Ketua RT 02 Heran Subagio. “Jadi memang dia (terduga teroris) pernah menjadi pengurus RT di sini sebelum saya (jadi ketua RT, red),” ujar Heran, Sabtu (27/02/2021).

Penangkapan A oleh Densus 88 itu juga membuat Heran bertanya-tanya. Pasalnya, A dikenal sebagai orang yang baik dan terbuka. Begitu juga sang istri terduga teroris yang sangat terbuka kepada masyarakat di sekitar kompleks tersebut.

“Kalau orangnya eksklusif (menutup diri), tidak mungkin jadi  pengurus RT. Istrinya juga tidak eksklusif. Bertemu di masjid dengan saya, ya seperti biasa. Bergaul dengan warga juga baik sekali,” ungkapnya.

Heran menegaskan bahwa terduga teroris itu sudah tinggal di kompleks tersebut sejak lama. Bahkan sebelum Heran tinggal di kompleks itu.

“Dia warga kami. Memang tinggal di sini sudah lama. Saya saja tinggal di sini tahun 2002 dan beliau sudah ada di sini kok,” ungkap dia.

Biasanya, teroris yang tertangkap  Densus 88 mengontrak rumah dan kerap berpindah-pindah. Bahkan bukan hanya di satu kota. Pindah tempat antar-provinsi juga dilakukan untuk menghilangkan jejak.

Namun, terduga teroris berinisial A ini justru memiliki rumah pribadi yang dibeli sejak lama. Maka tak heran jika tetangga kompleks begitu kaget mengetahui A ditangkap Densus 88.

“Yang jelas itu rumahnya sendiri loh ya. Bukan ngontrak. Dia sangat terbuka di masyarakat” kata Heran.

Sementara itu, dalam kesehariannya, terduga teroris tersebut adalah seorang guru dan  mempunyai kursus bimbingan belajar (bimbel) di rumahnya. Hal itu bisa dilihat dari rumahnya yang ditempeli beberapa stiker layaknya rumah tempat kursus yang lain.

“Istri dan dia (A) adalah guru, tapi saya tidak bisa menyebutkan guru apa dan di mana. Dia juga punya kursus bimbel di rumahnya. Kemudian juga jualan online. Dia juga sarjana kok,” ungkap Heran.

 

Topik
terduga terorisTim Densus Anti Terorpenangkapan terduga teroris

Berita Lainnya

Berita

Terbaru