Kurir Narkoba Jaringan Lintas Daerah Berhasil Diringkus, Masih Simpan Sabu untuk Didistribusikan

Feb 27, 2021 16:27
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata (tengah) dan Kasat Reskoba Polresta Malang Kota Kompol Anria Rosa Piliang (berkerudung) saat merilis ungkap kasus narkotika, Sabtu (27/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata (tengah) dan Kasat Reskoba Polresta Malang Kota Kompol Anria Rosa Piliang (berkerudung) saat merilis ungkap kasus narkotika, Sabtu (27/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jajaran Satreskoba (Satuan Reserse Narkoba) Polresta Malang Kota kembali meringkus kurir narkoba berinisial SH (38), warga Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Saat diringkus, pelaku sedang berada di rumah kontrakannya di wilayah Desa Kemasan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. 

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menjelaskan, penangkapan kurir narkoba atas nama SH (38) pada hari Kamis (11/2/2021) sekitar pukul 13.00 WIB di Kabupaten Sidoarjo. 

Perwira yang akrab disapa Leo itu menuturkan bahwa penangkapan terhadap kurir narkoba atas nama SH (38) merupakan hasil pengembangan kasus yang dilakukan oleh Satreskoba Polresta Malang Kota. 

"Kasus atau perkara ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya yang telah diungkap Satreskoba Polresta Malang Kota dengan tersangka atas nama RND. Ini TKP (tempat kejadian perkara, red) waktu itu di Jalan Sawojajar Gang 15, Kecamatan Kedungkandang," jelasnya kepada awak media, Sabtu (27/2/2021). 

Perwira dengan tiga melati dipundaknya ini menuturkan bahwa tersangka SH (38) berperan sebagai kurir pengiriman narkoba jenis sabu yang dikendalikan oleh tersangka lainnya atas nama PJ. Namun hingga sampai saat ini, PJ masih dalam tahap pencarian. 

"Kurir SH ini mendapatkan perintah dari tersangka atas nama PJ. Ini masih dalam pengembangan kita. Statusnya kita cari," terangnya. 

Mantan Wakapolrestabes Surabaya ini menjelaskan bahwa berdasarkan pengembangan kasus dan pemeriksaan terhadap tersangka, mulanya narkoba jenis sabu tersebut total memiliki 3 ons sebelum diperjuakbelikan.  

"Dijual dengan sistem ranjau. Nah ini barang sebagian sudah sampai ke customer terjual. Sehingga tersisa dalam beberapa bungkus yang ada di hadapan kita. Total 1 ons 61 gram ini adalah sisa dari barang pertama seberat 3 ons di awalnya," bebernya. 

Berdasarkan pengakuan SH saat ditanya oleh Leo bahwa dirinya menjadi kurir pengiriman narkoba jenis sabu masih 4 bulan dan mengaku kenal dengan tersangka bernama PJ melalui komunitas drag race sepeda motor. 

Lanjut Leo bahwa berdasarkan pengakuan tersangka, imbalan yang diterima oleh SH selaku kurir narkoba dihitung dalam setiap ons nya. Untuk pengiriman satu ons narkoba jenis sabu, SH mendapatkan imbalan sebesar Rp 1 juta. 

Atas perbuatannya, tersangka SH akan merasakan dinginnya lantai penjara yang ada di Mapolresta Malang Kota. Setidaknya akan dijatuhi hukuman lebih dari lima tahun. 

"Kita kenakan Pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 112 ayat 2, Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar," pungkasnya.

Topik
Polresta Malang KotaKurir SabunarkotikanarkobaKurir Narkoba

Berita Lainnya

Berita

Terbaru