Banner penerimaan mahasiswa baru STIH Sunan Giri Malang. (Foto : Tristania / Malangtimes)
Banner penerimaan mahasiswa baru STIH Sunan Giri Malang. (Foto : Tristania / Malangtimes)

MALANGTIMES - Tantowi Fadeli, selaku salah satu Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sunan Giri Malang menyambut baik ajakan mediasi yang dilontarkan Kopertis VII Wilayah Jawa Timur. 

Saat ditemui MALANGTIMES di kantornya, di Jalan Joyo Raharjo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Tantowi mengatakan, bahwa dirinya fokus mementingkan lembaga dan mahasiswa. Sehingga, dia menilai jika mediasi islah (berdamai) merupakan jalan keluar dari permasalahan yang menimpah STIH.

Tantowi Fadeli mengaku, dirinya sangat bersedia menjalani islah dengan kubu lawannya, Abdul Malik yang saat ini juga mengaku sebagai Ketua STIH Sunan Giri.

"Saya sekarang lebih memperhatikan kepentingan lembaga dan mahasiswa. Jadi, apapun yang terbaik untuk STIH, saya akan lakukan," kata Tantowi, Rabu (18/11/2015).

Hingga saat ini, proses perkuliahan masih terus berjalan. Namun beberapa waktu lalu, STIH menggelar prosesi wisuda. Prosesi ini pun diklaim tidak sah oleh pihak Dikti.

Dirjen Kelembagaan Kemenristek Dikti, Dr Totok Prastyo MT mengatakan, bahwa ijazah yang diberikan kepada mahasiswa tidak sah. "Ya kalau Rektornya dua, siapa yang tanda tangan, masa dua-duanya. Ya gak sah kalau gitu," kata Totok.

Menurutnya, Kampus bermasalah seperti STIH tidak diperkenankan menggelar wisuda dan mengeluarkan ijazah hingga dinyatakan aktif kembali oleh Dikti. 

"Jelas kasihan pada mahasiswanya. Padahal yang kisruh adalah lembaganya, yang kena dampak banyak. Karena itu, seharusnya para pengurus bisa lebih bijak menangani kasus seperti ini," tutup Totok. (*)