Tak Ingin Ada Cacat, Disdikbud Kota Malang Matangkan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru

Feb 25, 2021 11:56
Kepala Disdikbud Kota Malang SE MM (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kepala Disdikbud Kota Malang SE MM (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang tengah mematangkan mekanisme penerimaan peserta didik baru (PPDB). Upaya itu juga dilakukan dengan mengodok peraturan wali kota (perwal) maupun terkait surat edaran (SE).

“Dalam waktu dekat PPDB. Insya Allah PPDB untuk perwal dan SE sudah kami godok. Bagaimana kami pun akan membuat terobosan. Hal-hal yang kemarin sudah bagus, kemudian ada kekurangan di sana-sini, itu jangan sampai ada lagi," ungkap Suwarjana, kepala Disdikbud Kota Malang, di sela-sela-sela acara Forum Grup Diskusi Lintas Perangkat Daerah.

Lebih lanjut dijelaskan,  selama ini dalam PPDB, jalur prestasi mencapai 30 persen. Tetapi tidak memilahkan antara prestasi akademik dan prestasi nonakademik. Namun untuk tahun ini, akan terdapat pemilihan jalur prestasi, baik itu prestasi akademik maupun prestasi non-akademik.

"Tahun ini akan kami bedakan. Katakanlah mungkin 20 persen untuk prestasi akademik dan 10 persen untuk nonakademik,” papar Suwarjana.

Selain itu, Disdikbud akan berupaya melakukan evaluasi terhadap teknis penilaian. Sebab, adanya beberapa komplain dari para wali murid maupun guru. Mereka memprotes anaknya yang bersekolah di sekolah favorit kalah dengan sekolah pinggiran.

"Kemarin untuk menghasilkan nilai akhir  pure hanya raport saja. Kami evaluasi lagi dan akan kami berlakukan indeks sekolah,” terangnya.

Nilai raport akan dikalikan dengan nilai rata-rata ujian tiga tahun terakhir. Dari situ, kemudian nilai tersebut akan dibagi menjadi tiga. Sehingga dalam penilaian akan adil dan kualitas dari sekolah bermutu maupun kurang bermutu akan terlihat.

"Walaupun raport nilai ditinggikan, tapi kalahnya di nilai ujian sekolah. Kalau raport kan standarnya beda tiap sekolah. Kalau ujian dekolah kan tentunya standardnya sama tingkat provinsi," jelasnya.

Begitu pula terkait zonasi. Pembahasan terkait zonasi saat ini juga telah digodok bersama pihak terkait, seperti pengawas sekolah, Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM), maupun musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS).

"Kami akan mewadahi jalur zonasi. Anak berprestasi harus diwadahi. Sehingga memberi semangat untuknya pribadi maupun juga kepada orang tua. Kami juga akan afirmasi bagi anak-anak yang kurang mampu , termasuk kepindahan orang tua. Namun paling penting adalah memfasilitasi anak-anak berprestasi," pungkas Suwarjana.

Topik
Disdikbud Kota MalangPPDB kota malangPenerimaan Siswa Baru

Berita Lainnya

Berita

Terbaru