Ganti Kemasan, Pasokan Vaksin di Kabupaten Malang Meningkat

Feb 24, 2021 20:24
Petugas ketika melakukan pendataan sesaat setelah vaksin Covid-19 tiba di Kabupaten Malang. (Foto: istimewa)
Petugas ketika melakukan pendataan sesaat setelah vaksin Covid-19 tiba di Kabupaten Malang. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES- Bergantinya kemasan vaksin Covid-19 jenis sinovac menyebabkan jumlah pasokan vial vaksin di Kabupaten Malang mengalami peningkatan. Hal itu diutarakan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo, ketika dikonfirmasi MalangTIMES.

”(Jenis vaksin yang dikirim pada tahap ke-2) tetap sinovac, tapi buatan Bio Farma. Jadi kemasannya berbeda dengan kemasan (pasokan vaksin) pertama. Kemasannya sekarang 1 vial bisa untuk 10 suntikan,” jelasnya.

Seperti yang sudah diberitakan, Senin (22/2/2021) malam, Kabupaten Malang kembali mendapatkan pasokan vaksin Covid-19. Dalam skala jumlah, pasokan vaksin yang diperuntukkan bagi prioritas ke-2 ini sebenarnya mengalami penurunan.

Sebab, pada pengiriman tahap ke-2 ini, Kabupaten Malang hanya menerima 4.060 vaksin. Sedangkan pada pasokan vaksin tahap pertama sejumlah 15 ribu vaksin. Namun, seperti yang sudah dibahas diawal, Arbani menyebutkan jika jumlah vial vaksin itu berbeda dari yang sebelumnya. Alasannya, 1 kemasan vaksin bisa digunakan untuk 10 suntikan.

”Tidak (mengalami penurunan) lah, kan 4.060 ribu vial, tapi ini bisa untuk 40.600 suntikan. Berarti karena suntikannya 2 kali, jadi dibagi 2 menjadi 20.300 orang yang bisa mendapatkan vaksin,” ucapnya.

Dengan bergantinya kemasan tersebut, membuat pasokan vaksin Covid-19 di Kabupaten Malang disebut-sebut mengalami peningkatan sekitar 60 persen. Dari yang sebelumnya hanya sekitar 15 ribu vial, menjadi 40.600 vaksin pada pasokan tahap ke-2.

”Kan kita (kemarin) hanya dapat 15 ribu vial, itu hanya bisa untuk 7 ribu sekian orang. Lha ini bisa untuk 20 ribuan, kan berarti mengalami kenaikan,” jelasnya.

Meski dosisnya meningkat akibat berganti kemasan, namun Arbani mengaku masih membutuhkan tambahan pasokan vaksin untuk membentuk herd immunity alias kekebalan kelompok. ”Tahap selanjutnya dikirim kapan masih belum tahu, kita masih menunggu dari kebijakan Provinsi (Jawa Timur),” ucapnya.

Sekedar diketahui, pasokan vaksin tahap ke-2 di Kabupaten Malang ini akan digunakan untuk merealisasikan vaksinasi terhadap prioritas ke-2. Yakni mulai dari unsur TNI, Polri, Guru, dan tenaga kesehatan (nakes) yang belum mendapat jatah vaksinasi di prioritas pertama.

Topik
vaksin sinovacBerita MalangArbani Mukti Wibowo

Berita Lainnya

Berita

Terbaru