Konsentrasi Ketahanan Pangan, Kota Malang Luncurkan Urban Farming Arema

Feb 24, 2021 20:14
Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kanan) saat melihat salah satu konsep urban farming dalam acara FPD Penyusunan Renja Tahun 2022 Dispangtan Kota Malang, yang digelar di Atria Hotel, Rabu (24/2/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kanan) saat melihat salah satu konsep urban farming dalam acara FPD Penyusunan Renja Tahun 2022 Dispangtan Kota Malang, yang digelar di Atria Hotel, Rabu (24/2/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir menjadikan ketahanan pangan di setiap wilayah menurun. Hal ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Karenanya, upaya untuk terus memaksimalkan pertanian perkotaan atau lebih dikenal dengan Urban Farming terus digalakkan di Kota Malang. Cara ini dinilai cukup ampuh dalam menciptakan kelestarian dan keasrian lingkungan, hingga penyediaan pangan bagi warga.

Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam acara Forum Perangkat Daerah (FPD) Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2022 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, yang digelar di Atria Hotel, Rabu (24/2/2021).

Wali Kota Malang, Sutiaji menyatakan, penerapan Urban Farming dinilai efektif seiring melemahnya akses pangan masyarakat Kota Malang atas bahan pangan di era pandemi Covid-19. Karena itu, konsentrasi terhadap hal tersebut dan keamanan pangan perlu dioptimalkan. "Saat ini kita harus konsentrasi benar dengan ketahanan pangan dan keamanan pangan," ujarnya.

Diakuinya, Kota Malang memang memiliki lahan pertanian yang terbatas. Namun, bukan berarti masyarakat tak bisa ikut andil untuk menggerakkan Urban Farming. Minimal, dengan memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing untuk bercocok tanam. "Kota Malang lahan pertanian terbatas, dan banyak lahan pertanian tidak ditanami tanaman produktif, tapi malah ditanami beton. Maka kalau bicara ketahanan pangan, Basic-nya Urban Farming ini," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Malang, Ade Herawanto menyampaikan program yang tengah digagasnya, yakni Urban Farming Arema. Langkah ini dianggap sebagai upaya yang lebih efektif dalam menggaet berbagai elemen terlibat penerapan Urban Farming.

"Strategi penanganan untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui upaya pengembangan Urban Farming Arema kita gagas. Dan program ini terintegrasi dan suistanable secara pentahelix," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Malang Sutiaji juga menyaksikan penandatanganan kerjasama program Urban Farming Arema yang digagas oleh Dispangtan dengan TP PKK Kota Malang. Cara ini dianggap mampu  menggerakkan berbagai kalangan masyarakat dari komponen terkecil di masyarakat mulai Dhasawisma.

Topik
Berita MalangSutiajidispangtan kota malangUrban Farming Arema

Berita Lainnya

Berita

Terbaru