Kesadaran Warga Meningkat, Minim Pelanggaran Prokes saat PPKM Mikro di Kabupaten Malang

Feb 24, 2021 20:05
Ilustrasi pasien Covid-19 (Foto: istimewa).
Ilustrasi pasien Covid-19 (Foto: istimewa).

MALANGTIMES - Tingkat kesadaran masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19 diklaim mengalami peningkatan. Dijelaskan Pelaksana harian (Plh) Bupati Malang Wahyu Hidayat, meningkatnya kesadaran masyarakat tersebut dapat dibuktikan dengan adanya penurunan jumlah pelanggaran yang didapat saat operasi yustisi, ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro berlangsung. ”Tingkat kesadaran masyarakat cenderung mengalami peningkatan saat PPKM Mikro di Kabupaten Malang berlangsung,” ucapnya.

Menurutnya, PPKM Mikro disebut lebih efektif untuk menekan penyebaran Covid-19 dikarenakan penerapannya dilakukan mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT). ”Sehingga kasus Covid-19 terus mengalami penurunan. Bahkan di Kabupaten Malang ada 4 kecamatan yang masuk zona hijau,” ujarnya.

Sekedar diketahui, 4 kecamatan yang masuk dalam zona hijau saat PPKM mikro tersebut meliputi Kecamatan Ngajum, Kasembon, Tirtoyudo, dan Tumpang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti wibowo, menuturkan jika keefektifan PPKM mikro tersebut juga dapat dibuktikan dengan menurunya jumlah Bad Occupancy Rate (BOR)  di rumah sakit rujukan Covid-19. ”Setelah ada kebijakan PPKM, BOR di Kabupaten Malang hanya sekitar 50 persen dari yang sebelumnya bisa sampai 80 persen,” ucapnya.

Oleh karenanya, pria berkaca mata ini mengimbau kepada masyarakat agar melangsungkan pola hidup new normal life, meski suatu saat nanti PPKM akan berakhir. Yakni dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

”Kami mengimbau kepada masyarakat, yang namanya PPKM ini sebenarnya adalah pintu masuk untuk menjalankan kehidupan new normal. Jadi inilah yang diharapkan pemerintah, bahwa PPKM mikro itu harus dijalankan seterusnya oleh masyarakat,” ulasnya.

Seperti dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) nomor 4 tahun 2021 tentang PPKM berskala mikro, lanjut Arbani, mulai dari Ketua RT hingga Kepala Desa (Kades) diminta untuk terlibat langsung dalam memberantas penyebaran Covid-19.

”Ke depan ketua RT sampai Kades itu harus paham, juga harus bisa memberikan suport kepada warganya yang sakit. Kalau ada warganya yang punya sakit menular, bukan hanya sakit covid-19, diharapkan Kades atau ketua RT mengimbau warganya untuk tidak keluar rumah. Andaikata sampai keluar rumah itu tetap harus dipantau atau wajib lapor kepada RT,” jelasnya.

Apabila hal ini diterapkan, Arbani optimis pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. ”Jadi bukan intervensi, tapi inilah yang diharapkan oleh pemerintah bahwa masyarakat harus mandiri. Bagaimana mereka bisa memberikan suport materil maupun moril kepada warganya yang menderita sakit. Kedepan new normal sepert itu, bukan acuh tak acuh apalagi (warganya yang sakit) diusir,” pungkasnya.

 

Topik
Berita Malangppkm mikroWahyu Hidayat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru