2022, Pembangunan Jembatan Hingga Parkir Vertikal Jadi Prioritas Dinas PUPRPKP Kota Malang

Feb 24, 2021 13:01
Wali Kota Malang Sutiaji (berkopiah) saat mengisi kegiatan Renja Dinas PUPRPKP Kota Malang tahun 2022, di Ijen Suites Hotel, Rabu (24/2/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (berkopiah) saat mengisi kegiatan Renja Dinas PUPRPKP Kota Malang tahun 2022, di Ijen Suites Hotel, Rabu (24/2/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Sederet program pembangunan infrastruktur terus dimaksimalkan di Kota Malang. Beberapa diantaranya adalah menitikberatkan pada upaya pemenuhan pertumbuhan ekonomi khususnya di daerah.

Hal tersebut dibahas dalam agenda Forum Perangkat Daerah (FPD) Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang tahun 2022, di Ijen Suites Hotel, Rabu (24/2/2021).

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, pembangunan infrastruktur mendorong pula progress pertumbuhan ekonomi. Salah satunya berkaitan dengan akses jalan bagi masyarakat Kota Malang.

"Walaupun jalan juga masuknya ke sana (pertumbuhan ekonomi). Seperti Jembatan Kedungkandang, goals-nya adalah peningkatan ekonomi," ujarnya.

Terlebih, kata Sutiaji, pemulihan ekonomi juga tengah menjadi isu strategis nasional. Salah satu yang menjadi fokus saat ini, yakni proyek pembangunan Malang Creative Center (MCC) yang dikerjakan multiyears.

Kemudian, di tahun 2022, skala prioritas lainnya yang akan dilakukan yakni  pembangunan Jalan Tembus Ranu Grati-Muharto. Hingga pembangunan Pasar Seni Madyopuro.

"MCC jelas, karena multiyears. Lalu yang masuk prioritas lagi itu, ada jalan tembusan Ranu Grati-Muharto. Termasuk pasar seni, nanti menggaet komunitas-komunitas seni," paparnya.

Lebih jauh, Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso menambahkan, untuk fokus program di tahun 2022 mendatang juga ditekankan perihal Standart Pelayanan Minimal (SPM) di DPUPRPKP. Baik itu bidang perumahan ataupun yang lainnya.

"Itu pasti akan kami tingkatkan, SPM sudah jelas menjadi target prioritas. Ada pelayanan kepada masyarakat, penanganan limbah misalnya," katanya.

Pria yang akrab disapa Soni ini juga meyakini, jika pembangunan infrastruktur bertujuan untuk peningkatan ekonomi masyarakat di Kota Malang. Untuk rancangan kerja di tahun 2022 nanti, besaran pagu indikatif DPUPRPKP ditaksir mencapai sekitar Rp 254 Miliar.

Rinciannya, Rp 111 Miliar untuk program-program prioritas seperti Penyusunan master plan drainase, penambahan satgas banjir, evaluasi rencana detil tata ruang, pemenuhan anggaran MCC, penyusunan DED Budem di gedung ex KNPI, penyusunan DED pembangunan Parkir vertikal di mini block office, serta pembangunan Pasar Seni di Madyopuro.

"Salah satu tujuan dari pembangunan infrastruktur itu adalah untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Mobilitas masyarakat aksesnya lebih mudah, itu bagian dari ekonomi," pungkasnya.

Topik
Kota Malang Wali Kota Malang Dinas PUPRPKP

Berita Lainnya

Berita

Terbaru