Dua Ruas Jalan di Kawasan Stadion Gajayana Jadi Satu Arah

Feb 24, 2021 07:55
Petugas Dinas Perhubungan Kota Malang saat berjaga untuk melakukan sosialisasi dan pengaturan rekayasa lalu lintas dalam tahap uji coba pemberlakuan jalur satu arah di kawasan Stadion Gajayana, Selasa (23/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Petugas Dinas Perhubungan Kota Malang saat berjaga untuk melakukan sosialisasi dan pengaturan rekayasa lalu lintas dalam tahap uji coba pemberlakuan jalur satu arah di kawasan Stadion Gajayana, Selasa (23/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Langkah mengurai kemacetan terus dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Kali ini menyasar  dua ruas jalan  di kawasan Stadion Gajayana, yakni Jalan Tenes dan Jalan Tangkuban Perahu. Dishub telah memberlakukan jalur satu arah di dua ruas jalan tersebut. 

Pemberlakuan jalur satu arah di dua ruas jalan tersebut sebagai tindak lanjut pelaksanaan program prioritas serta merupakan hasil rapat forum lalu lintas.  "Jalan Tenes dan Tangkuban Perahu atas perintah pimpinan (plt kadishub, red) sejak Selasa (23/2/2021)  dilakukan pelaksanaannya (jalur satu arah). Dasar dari itu adalah adanya pertemuan rapat forum lalu lintas," ujar Kasi Manajemen Rekayasa dan Keselamatan Lalu Lintas Dishub Kota Malang Heriono  ketika dihubungi, Rabu (24/2/2021). 

Dengan status satu arah,  pengendara dari  Jalan Semeru harus belok ke  Jalan Tenes di sebelah barat Stadion Gajayana jika mau ke selatan atau ke Jalan Kawi. Sedangkan pengendara yang melaju di Jalan Kawi belok di Jalan Tangkuban Perahu di sebelah timur Stadion Gajayana bila mau ke utara atau ke Jalan Semeru. 

Rambu-rambu lalu lintas terkait jalur satu arah telah terpasang. Hal itu untuk memudahkan pengendara sehingga sudah tidak ada lagi alasan tidak mengetahui aturan terbaru.

Jalur satu arah itu juga sebagai upaya mengatasi kemacetan yang kerap kali terjadi di kawasan Stadion Gajayana.  "Pada hari-hari tertentu seperti Sabtu dan Minggu, kalau sudah ada kegiatan di Gedung Kartini, di sana macet. Dari situ  Pak Wali (Wali Kota Malang Sutiaji) mengusulkan bagaimana kalau dibuat satu arah. Waktu itu ketika dilempar wacananya, tidak serta merta langsung berlaku (satu arah, red). Harus melalui forum," ungkap Heriono. 

Maka dari itu, usul wali kota dimasukkan dalam pembahasan rapat forum lalu lintas. Akhirnya disepakati dua ruas jalan, yakni Jalan Tenes dan Jalan Tangkuban Perahu, diberlakukan satu arah. 

Sementara itu, terdapat perlakuan khusus di Jalan Tangkuban Perahu. Heriono menyebutkan bahwa khusus  mobil ambulans dapat melalui Jalan Tangkuban Perahu dari arah utara menuju selatan karena di situ ada RS Hermina dan laboratorium kesehatan Sima.  "Jadi, untuk ambulans boleh melintas dari arah utara ke selatan khusus di Jalan Tangkuban Perahu. Kami pasang rambunya dan sudah disosialisasikan kepada Rumah Sakit Hermina maupun laboratorium Sima. Itu tidak ada persoalan," jelasnya. 

Menurut Heriono, khusus mobil ambulans, meskipun tidak terdapat tulisan dan rambu-rambu yang terpasang, kendaraan tersebut memang mempunyai kewenangan melawan arus saat sedang mengangkut pasien ke rumah sakit.  Selain itu, kebijakan yang sama, yakni melalui Jalan Tangkuban Perahu dari utara ke selatan,  juga diterapkan untuk mobil biasa atau mobil kendaraan umum yang sedang mengangkut pasien darurat untuk segera dilakukan penindakan medis. 

"Untuk mobil (pribadi atau kendaraan umum, red) yang dalam keadaan darurat,  diperbolehkan (melintas dari utara ke selatan, red). Semisal mengangkut orang sakit harus dibawa ke Rumah Sakit Hermina segera, uu diperbolehkan dengan menyalakan lampu sein hazard," terangnya.  "Yang jelas kami tidak patok bandrong (saklek, red). Jika membutuhkan, silakan. Ketika dibuat satu arah, jalan menjadi lebar. Parkir-parkir juga tidak boleh di sembarang tempat," sambung Heriono. 

Topik
Dishub Kota MalangJalur satu arahPemkot MalangStadion Gajayana Malangrekayasa lalu lintas

Berita Lainnya

Berita

Terbaru