Aplikasi KebunPintar Hadir, Permudah Manajemen Perkebunan 4.0

Feb 22, 2021 07:56
Ilustrasi barcode untuk mengakses aplikasi Kebun Pintar. (Foto: Istimewa) 
Ilustrasi barcode untuk mengakses aplikasi Kebun Pintar. (Foto: Istimewa) 

MALANGTIMES - Inovasi di bidang pertanian dihadirkan oleh PT. Agrotek Maju Mapan dengan merilis fitur aplikasi KebunPintar. Aplikasi yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat yang saat ini sedang menggeluti dunia pertanian menuju manajemen perkebunan 4.0. 

Baqir Founder dan CEO Kebun Pintar mengatakan, bahwa KebunPintar merupakan sebuah aplikasi manajemen pertanian yang berfungsi untuk merekam semua data-data. 

"KebunPintar berfungsi untuk merekam semua data-data pertanian mulai dari bibit hingga masa panen yang terdapat di kebun, khususnya kebun hidroponik," ujarnya kepada pewarta, Senin (22/2/2021). 

Lanjutnya, di dalam aplikasi KebunPintar terdapat beberapa fitur yang dapat digunakan oleh masyarakat yang telah mendaftar melalui kebunpintar.id. Beberapa fitur tersebut yakni manajemen pertanian dan juga manajemen penjualan hasil pertanian. 

Pada fitur manajemen pertanian, dikatakan Baqir, memiliki fungsi untuk merekam semua data-data yang ada di kebun mulai dari pembibitan hingga masa panen, serta juga terdapat pengkalkusian estimasi bobot. 

"Dari data-data yang telah dimasukan oleh petani, selanjutnya data tersebut akan diolah di server milik KebunPintar yang dapat memberikan berbagai fitur seperti notifikasi panen, estimasi bobot panen, dan pelabelan batch (gelombang) pertumbuhan menggunakan QR Code," jelasnya. 

Dirinya juga menyampaikan, penggunaan QR Code pada KebunPintar sendiri bertujuan untuk mengatasai permasalahan yang dialami oleh petani karena lupa waktu untuk melakukan penyemaian tanamannya. 

"Dengan melabeli setiap gelombang pembibitan, petani dapat menscan QR Code yang digenerate oleh aplikasi KebunPintar," terangnya. 

Kata Baqir, ketika para petani menscan QR Code yang telah tersedia, akan muncul berbagai macam informasi seperti jenis sayuran apa yang telah ditanam, berapa jumlah sayur yang mereka tanam, umur dan seberapa lama estimasi panenya. 

"Jadi, kadang-kadang petani itu memiliki kisaran. Misalnya satu bibit dari tanaman tersebut itu sekitar 250 gram. Di sistem itu bakal dispesifikkan, oh ternyata tanaman ini memiliki bobot 250 gram. Nanti saat di panen keseluruhan, ternyata dari 100 bibit yang ditanam, ada sekitar 25 kilo. Berarti sesuai dengan ekspektasi yang ada. Nanti di situ bakal diolah dan disajikan dalam bentuk grafik," jelasnya. 

Selain itu, di dalam aplikasi KebunPintar juga terdapat fitur manajemen penjualan hasil pertanian yang berfungsi untuk memantau pengolahan pemasukan yang didapat oleh para petani. 

"Sistem manajemen keuangan yang dapat melihat pemasukan dan pengeluaran untuk kebun mereka, mencetak hasil penjualan dan mengorganisir klien-klien langganan hasil kebun mereka. Sehingga kebun mereka dapat dikelola secara professional dengan pembukuan yang tertata dengan rapi," terangnya. 

Sementara itu terkait biaya, Baqir mengatakan, untuk biaya pendaftaran gratis bagi petani yang memiliki satu kebun. Namun untuk para petani yang memiliki lebih dari satu kebun yang didaftarkan, terdapat biaya yang harus dikeluarkan yakni Rp 100 ribu per kebun. 

"Jadi KebunPintar ini gratis tanpa dipungut biaya. Tetapi nanti jika memiliki kebun lebih dari satu untuk menggunakan fitur tersebut bisa membayar sekitar Rp 100 ribu per kebun," tandasnya. 

Untuk informasi lebih lanjut, segera pantau aplikasi KebunPintar di kebunpintar.id. KebunPintar menjadi solusi menuju manajemen perkebunan 4.0.

Topik
aplikasi kebun pintarmanajemen perkebunan 4.0fitur kebun pintarcara daftar di kebun pintar
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru