Petirtaan Kaygun Tak Terurus, Begini Tanggapan Kades Tlekung

Feb 21, 2021 19:21
Suasana Permandian Patirtaan Kaygun yang terletak di Jalan Sumber Urip, Desa Tlekung, Kota Batu, terlihat tak terurus dengan baik, Minggu (21/2/2021) (foto: Marino Gale)
Suasana Permandian Patirtaan Kaygun yang terletak di Jalan Sumber Urip, Desa Tlekung, Kota Batu, terlihat tak terurus dengan baik, Minggu (21/2/2021) (foto: Marino Gale)

BATUTIMES -Sepi dan tak terurusnya objek wisata Petirtaan Kaygun di Jalan Sumber Urip, Desa Tlekung Kota Batu, bukan tanpa sebab. Kepala Desa Tlekung, Mardi mengatakan belum maksimalnya pengelolaan kolam dikarenakan kolam bocor sejak pembangunan. “Ketika diisi air bocor atau terserap ke bawah tanah, lalu kalau tidak diisi airnya malah keluar dari dalam kolam meski tak banyak,” kata Mardi kepada BatuTIMES, Minggu (21/2/2021).

Mardi mengakui, rusaknya wahana di desa wisata itu belum diketahui dengan pasti. Menurutnya saat ini sedang diupayakan penyelesaian masalahnya. "Sampai sekarang kita belum tahu penyebabnya, pengelola yaitu RT dan RW setempat sedang koordinasi dengan pihak akademisi untuk mencari jalan keluarnya. Padahal dulu di dasar kolam sudah dikasih plastik, tapi kok tetap saja bocor," jelas dia.

Meski kondisi kurang terawat, kotor dan banyak lumut, kolam tersebut masih sering dimanfaatkan anak-anak kecil warga sekitar. Untuk diketahui, permandian ini dibangun pada 2019-2020 menggunakan Dana Desa (DD) sebesar Ro 400 juta tersebut pasokan airnya berasal dari Sumber Urip yang berdekatan dengan kolam.

Objek wisata Petirtaan Kaygun ini diresmikan oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko pada 17/10/2020 lalu. Peresmian dilakukan berbarengan dengan dewa wisata di wilayah ini.

Seperti diketahui pada pemberitaan sebelumnya, Nuryanah salah satu warga yang rumahnya berdekatan dengan permandian tersebut mengungkapkan, pada awal Launching yang juga bertepatan dengan hari jadi Kota Batu pada Sabtu (17/10/2020) itu mengalami kendala. Kendala itu disebabkan aliran air yang mampet dan kolam yang bocor.

"Saat awal peresmian, permandian ini ada kendala terkait kolam bocor dan aliran air mampet. Jadi ya sepi. Kebanyakan anak-anak sini yang bermain di sini. Banyak pengunjung yang ketipu, saat tiba di sini, eh kok kondisinya seperti ini. Pengunjung balik Mas," ujarnya.

Selain itu, permasalahan yang terjadi terutama yang berdampak pada warga adalah air PDAM yang mampet. "Kan permandian ini ada dua saluran air. Pertama saluran air dari sumber dan juga PDAM. Nah kalau saluran PDAM milik permandian dihidupkan, PDAM warga ikut mampet. Soalnya di permandian nyedot banyak air. Sekitar 10 rumah lebih terdampak," ujarnya.

Namun persoalan tersebut masih belum ada titik temu. Dan warga pun berharap agar permandian ini segera terselesaikan sebagian menjadi desa wisata. "Di sini sudah ada pengelolanya Mas, hanya saja sampai saat ini masih dicari jalan keluarnya terkait hal itu," ujarnya.

Topik
petirtaan kaygun Desa Wisata

Berita Lainnya

Berita

Terbaru