Tren Covid-19 di Kota Malang Turun, Satgas sebut PPKM Jadi Salah Satu Penyebab

Feb 21, 2021 17:58
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang dr. Husnul Muarif. (Foto: Dok. JatimTIMES) 
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang dr. Husnul Muarif. (Foto: Dok. JatimTIMES) 

MALANGTIMES - Dalam sepekan, tren persebaran Covid-19 di Kota Malang alami penurunan yang cukup signifikan. Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Malang dr Husnul Muarif menyebutkan, salah satu yang menjadi penyebab terjadinya penurunan yakni program PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro. 

"Untuk kasus baru harian itu frekuensinya sudah turun. Bisa jadi ini adalah pengaruh dari PPKM Mikro ini. Jadi ada pembatasan pergerakan dari masyarakat. Kedua juga tempat-tempat untuk berkumpulnya orang-orang ini kan sudah mulai berkurang. Jadi ini salah satu yang menyebabkan kasus harian sudah mulai turun," jelasnya ketika dihubungi pewarta, Minggu (21/2/2021). 

Diketahui bahwa dalam sepekan terakhir penambahan kasus harian masih di angka 3 sampai 19 kasus. Namun jika melihat data sebelum diterapkannya PPKM, penambahan kasus harian bisa mencapai angka 20 hingga 40 kasus konfirmasi positif Covid-19. 

Penurunan angka terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut juga diikuti oleh prosentase angka kesembuhan Covid-19 di Kota Malang. "Angka kesembuhan juga mulai naik hingga 89 persen, di atas standar provinsi di angka 87 persen," ujarnya. 

Dokter yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kota Malang ini menuturkan bahwa meskipun angka kesembuhan mengalami peningkatan, persebaran Covid-19 tetap tidak dapat terhenti. 

Husnul pun menyebut bahwa tidak terdapat klaster tertentu penyebaran Covid-19 di Kota Malang, melainkan terdapat penambahan kasus positif Covid-19 terjadi secara terpisah. 

"Bukan lagi klaster, tapi terpisah-pisah. Misalnya ada warga di satu tempat positif, bebarengan itu di tempat lain juga ada," katanya. 

Lanjut Husnul bahwa hal tersebut terjadi dikarenakan tingkat mobilitas masyarakat masih tinggi dan tidak menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Meskipun belum terdapat klaster dan terjadi penyebaran di titik-titik yang terpisah dirinya mengimbau agar masyarakat tidak melakukan isolasi mandiri di rumah. 

"Artinya begini justru dengan adanya tempat-tempat isolasi dengan metode kayak rumah sakit itu akan mengurangi penularan penyebaran bagi mereka yang melakukan isolasi mandiri di rumah," terangnya. 

Sehingga Safe House Jalan Kawi dan Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard tetap ada dan menjadi tempat untuk pasien Covid-19 melakukan isolasi serta mendapatkan penanganan dari tenaga krsehatan yang berwenang. 

Sebagai informasi bahwa berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Kota Malang per hari Minggu (21/2/2021) total pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 5.967 orang, total pasien yang sembuh 5.317 orang dan total pasien yang meninggal sebanyak 528 orang, serta yang sedang dalam pemantauan sebanyak 122 orang. 

Sementara itu, Pemerintah Pusat telah mengumumkan bahwa program PPKM Mikro sudah pasti diperpanjang, dimulai pada tanggal 23 Februari 2021 hingga tanggal 8 Maret 2021 mendatang. Sedangkan untuk di Jawa Timur terdapat tiga wilayah yang menjadi prioritas yakni Surabaya Raya, Madiun Raya dan Malang Raya.

Topik
Covid 19Covid 19 di Kota Malangppkm mikroppkm mikro kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru