Makam Gusdur Disebut Gunakan Uang Negara, Barikade Gus Dur Datangi Kantor Demokrat Kota Malang

Feb 20, 2021 18:55
Ketua DPC  Barisan Kader Gus Dur Kota Malang Dersi Hariono saat ditemui awak media di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Malang, Sabtu (20/2/2021). (Foto: Istimewa) 
Ketua DPC  Barisan Kader Gus Dur Kota Malang Dersi Hariono saat ditemui awak media di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Malang, Sabtu (20/2/2021). (Foto: Istimewa) 

MALANGTIMES - DPC Barikade (Barisan Kader) Gus Dur Kota Malang datangi Kantor DPC Partai Demokrat Kota Malang untuk menyampaikan keberatan atas pernyataan yang dilontarkan oleh kader Partai Demokrat yakni Rachland Nashidik, Sabtu (20/2/2021). 

Ketua DPC Barikade Gus Dur Kota Malang Dersi Hariono mengatakan bahwa pihaknya bersama anggota ormas Barikade Gus Dur yang lain merasa keberatan atas pernyataan Rachland Nashidik yang menyebut bahwa makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dibiayai oleh negara. 

"Apa yang disampaikan oleh Rachland Nashidik menyatakan bahwa itu dibangun oleh negara sama sekali tidak benar. Karena kita sudah dapat konfirmasi oleh Bu Yeni Wahid, bahwa makam Gus Dur dibangun oleh swadaya keluarga Gus Dur sendiri," jelasnya kepada awak media. 

Lebih lanjut Dersi menuturkan bahwa yang dibangun oleh negara seperti fasilitas umum, fasilitas tempat transit, terminal dan musium nusantara yang itu memang dibangun oleh anggaran daerah. 

"Jadi jangan sampai permasalahan museum SBY di Pacitan itu, kok menyebut permasalahan Gus Dur. Sejarah telah mencatat bahwa dulu rezim SBY ini telah memisahkan Gus Dur pada induk partai PKB, sekarang diulang lagi oleh kadernya apa sih yang diinginkan oleh teman-teman Demokrat baik itu fungsionaris maupun yang ada di struktural," tegasnya. 

Dersi mengatakan bahwa pihaknya sebagai masyarakat berbangsa dan bernegara sebenarnya menginginkan kondisi yang aman dan kondusif. 

"Kalau terus-terusan oknum Demokrat secara langsung atau tidak langsung menyinggung permaslahan Gus Dur yang tidak ada keterkaitannya dengan museum di Pacitan, itu sama saja membangkitkan sakit hati kami dan kemarahan kami 7 tahun yang lalu," ungkapnya. 

Lebih lanjut Dersi juga menyebutkan bahwa terdapat tiga poin utama yang menjadi tuntutan Barikade Gus Dur kepada jajaran kader Partai Demokrat. 

Pertama, menuntut kepada seluruh kader Partai Demokrat yang ada di Indonesia untuk mengusut oknum dari pada kader Partai Demokrat yang telah menghina guru mereka. 

Kedua, menuntut kepada jajaran pengurus mulai dari pusat sampai daerah Partai Demokrat untuk membuat sikap klarifikasi atas pernyataan tersebut untuk menghindari gesekan di tingkat grassroot serta menertibkan kader Partai Demokrat supaya tidak membuat pernyataan yang kontroversial yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan dalam berbangsa dan bernegara. 

Ketiga, menuntut untuk mencabut pernyataan yang kontroversial tersebut secara terbuka baik lisan maupun tulisan dari Rachland Nashidik tersebut. 

Sementara itu, menanggapi penyampaian keberatan dan kedatangan dari DPC Barikade Gus Dur Kota Malang ke kantor DPC Partai Demokrat Kota Malang, Adi Sancoko selaku Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Malang menyambut baik atas kedatangan tersebut. 

"Yang saya hormati Barisan Kader Gus Dur terimakasih atas kehadirannya memberikan surat kepada DPC untuk menyampaikan ke DPP. Saya selaku Sekretaris DPC Kota Malang sangat  berterimakasih dan mengapresiasi apa yang menjadi maksud dan tujuan dari teman-teman ini," ujarnya. 

Adi juga mengatakan bahwa selaku di jajaran kepengurusan DPC Partai Demokrat Kota Malang akan meneruskan apa yang menjadi maksud dan tujuan dari DPC Barikade Gus Dur Kota Malang terksit pernyataan dari kader Partai Demokrat yakni Rachland Nashidik. 

"Kami tidak bisa memberikan putusan yang final pada kalian semuanya. Semuanya ini ada prosedur tataran mekanisme dalam penanganan masalah nasional. Jadi mungkin itu nggeh," tandasnya.

Topik
barikade gus durPartai Demokratpartai demokrat kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru