Beli Kucing Harga Rp 1,4 Juta secara Online, Mahasiswa Malang Kena Tipu Rp 6,6 Juta

Feb 20, 2021 14:07
Pemuda bernama Ihsan (24) menunjukkan surat laporan kepolisian atas dugaan tindakan penipuan yang dialaminya. (Foto: Dok. MalangTIMES) 
Pemuda bernama Ihsan (24) menunjukkan surat laporan kepolisian atas dugaan tindakan penipuan yang dialaminya. (Foto: Dok. MalangTIMES) 

MALANGTIMES- Penipuan dengan modus penjualan secara online kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini menimpa seorang pemuda bernama Ihsan (24) warga DKI Jakarta yang sedang kuliah di salah satu kampus ternama di Kota Malang

Ihsan mengungkapkan, bahwa penipuan yang dialaminya bermula ketika dirinya berniat membeli kucing secara online. Dia  mencari beberapa akun jual beli kucing di instagram. Akhirnya jatuh pilihannya pada satu akun instagram bernama @adopsikucingmurah_ . 

"Karena followernya banyak, terus ada komentarnya banyak di setiap fotonya sama feed positif nya itu banyak. Nama akunnya itu adopsikucingmurah_ . Setelah itu ada kontak WA nya di biodata, saya hubungi," ujarnya kepada MalangTIMES, Sabtu (20/2/2021). 

Kemudian dirinya mulai berhubungan dengan penjual melalui kontak whatsapp. Dirinya pun menanyakan beberapa jenis kucing dan akhirnya jatuh pada pilihan kucing jenis Manskin. 

"Penjual bilang harganya Rp 800 ribu. Setelah itu ngasih tahu juga harga ongkirnya Rp 120 ribu dan harga kandang Rp 150 ribu. Jadi total Rp 1.070.000 kan," katanya. 

Lalu penjual memberikan nomor rekening BCA atas nama Muhammad Nawir. Setelah diberikan nomor rekening, kemudian Ihsan melakukan proses transfer. "Setelah diproses itu dia (penjual, red) menjanjikan paling lambat kucing sampai di Malang itu dua hari paling lama," terangnya. 

Proses transaksi tersebut terjadi pada hari Kamis (11/2/2021). Setelah satu setengah jam, pihak penjual menghubungi Ihsan untuk meminta uang biaya karantina. "Dia itu minta uang untuk pembuatan surat karantina sebesar Rp 1.400.000. Dia juga menjanjikan kalau uang yang saya bayarkan nanti akan dikembalikan tanpa potongan sepeser pun," ujarnya. 

Sebelum melakukan pembayaran biaya untuk karantina tersebut, Ihsan menghubungi rekannya menanyakan apakah benar untuk kucing yang akan dikirim dari luar pulau, terdapat biaya karantina. Rekannya membenarkan bahwa memang ada biaya karantina. "Tapi aku salahnya nggak nanya biaya harganya berapa kan," tuturnya. 

Setelah itu, Ihsan mentransferkan uang sebesar Rp 1,4 juta. Ternyata setelah di transfer, penjual tersebut meminta uang lagi kepada Ihsan sebesar Rp 1,4 juta dengan alasan untuk pembuatan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan). Untuk meyakinkan Ihsan, penjual pun mengirimkan sebuah screencapture daftar biaya pengiriman lintas pulau. 

"Habis itu tak kirim lagi, kebetulan mungkin ini memang benar. Karena tak lihat di ig nya udah banyak beli di akun ini. Jadi nggak ada curiga-curiga. Akhirnya tak kirim Rp 1,4 juta lagi," ungkapnya. 

Setelah melakukan pembayaran pembelian kucing beserta kandang dan ongkos pengiriman, biaya karantina, lalu biaya penerbitan SKKH, ternyata Ihsan dihubungi oleh penjual lagi untuk melakukan pembayaran biaya asuransi sebesar Rp 1,4 juta. 

Kebetulan pada saat itu, uang dalam rekening Ihsan tidak mencukupi. Akhirnya dikirimlah dengan dua transaksi berbeda, yang masing-masing Rp 1,4 juta. Karena pihak penjual berdalih jika dikirim dengan dua rekening, sistem akan error. Sehingga total yang dikirim untuk biaya asuransi sebesar Rp 2,8 juta. "Jadi total aku ngirim uang ke dia itu Rp 6.670.000," katanya. 

Mulai muncul kecurigaan pada diri Ihsan ketika penjual mengatakan bahwa sistem pengembalian uang yang telah dijanjikan terjadi error. Penjual mengatakan bahwa harus menunggu bulan depan atau membulatkan biaya menjadi Rp 8 juta dengan mengirimkan 2,4 juta lagi. 

"Dia bilang satu-satunya solusi kakak itu harus membulatkan dana pengiriman itu sampai di angka Rp 8 juta," ujarnya. 

Ihsan pun tidak menuruti permintaan dari penjual tersebut. Kecurigaan semakin yakin ketika dirinya kembali menanyakan kepada rekannya untuk biaya karantina ternyata hanya Rp 15 ribu per ekor. 

Kemudian pada hari Senin (15/2/2021) Ihsan melaporkan kejadian dugaan tindakan penipuan yang dialaminya ke Mapolresta Malang Kota agar dilakukan upaya tindakan hukum lebih lanjut.

Topik
Berita Malangmahasiswa malangKucing Kucing Lucu di Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru