Ulama Palsu Tipu Calon Jemaah Haji, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Feb 19, 2021 20:02
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (kiri) saat menginterogasi pelaku yang mengaku ulama (Hendra Saputra/MalangTIMES)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (kiri) saat menginterogasi pelaku yang mengaku ulama (Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Berkedok menjadi ulama yang memiliki kemampuan menyembuhkan orang, Eko Supriyanto (40) warga Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang perdayai 5 orang yang ingin berangkat haji.

Dengan hanya bermodalkan baju koko, sarung dan kopiah putih, lelaki yang mengaku bernama Gus Juan Penatas yang berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan itu mampu mendapatkan uang puluhan juta rupiah.

Akan tetapi, apa yang dilakukan Eko si ulama palsu ini tidak bertahan lama karena satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Malang berhasil membekuknya pada 11 Februari 2021 lalu.

“Modus penipuannya tersangka ini mengaku bisa mengobati penyakit dan mampu mempercepat keinginan korban untuk menunaikan haji lebih cepat, karena ia mengaku mempunyai teman di Kementerian Agama di Jakarta,” ungkap Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Jum'at (19/2/2021).

Akan tetapi, untuk memuluskan aksinya itu Eko mengajak bicara korbannya seakan meyakinkan bahwa berkat orang dalam yang dikenalnya bisa melancarkan niat korban untuk segera berangkat haji. Namun syaratnya korban harus memberikan uang senilai Rp 10 hingga 20 juta.

“Salah satu korbannya itu ada yang meminta pertolongannya agar istrinya bisa menunaikan haji bersamanya pada tahun 2025. Tersangka menyanggupi dengan syarat imbalan sebanyak Rp 10 juta,” tutur Hendri.

Diakui Eko, dirinya memang benar-benar tidak memiliki kenalan di Kementerian Agama pusat, sehingga dalam mengelabuhi korbannya itu ia benar-benar bermain diksi agar dipercaya.

“Tidak punya kenalan di sana, saya pura-pura telpon saja. Tapi mereka percaya,” kata Eko alias Gus Juan Penatas itu saat ditanya bagaimana cara mengelabuhi korbannya hingga percaya.

“Padahal, saat itu handphone dia sebenarnya mati,” sahut Hendri sembari menggelengkan kepala dan terlihat pelaku terus menundukkan kepala.

Ironisnya, uang puluhan juta hasil penipuan itu justru digunakan Eko untuk menyewa pelacur mulai di wilayah Malang hingga Tuban. 

“Pelaku memanfatkan uang hasil beraksi itu untuk bersenang-senang,” ujar kapolres.

Sementara itu, saat ini Polres Malang terus akan menyelidiki apakah ada kasus penipuan dengan modus lain yang dilakukan oleh Eko.

“Untuk wilayah Kabupayen Malang korbannya sebanyak 5 orang. di daerah luar Malang, pelaku ini juga melakukan penipuan, dengan modus operandi yang berbeda,” pungkas Hendri.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dikenakan Pasal 365 ayat 1 dan 3 KUHP jo Pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

 

Topik
ulama palsuKasus Penipuanpenipuan berkedok ulamaIbadah HajiPolres MalangJemaah Haji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru