Permata Merdeka, Mahasiswa Bisa Ambil Mata Kuliah di Kampus Lain 1 Semester

Feb 18, 2021 19:23
Heri Prawoto, Koordinator Bagian Perencanaan, Akademik dan Kerjasama UB (Ist)
Heri Prawoto, Koordinator Bagian Perencanaan, Akademik dan Kerjasama UB (Ist)

MALANGTIMES - Para mahasiswa mulai mendafar program Permata Merdeka. Seperti diketahui, jika Permata Merdeka merupakan sebuah program yang diinisasi oleh 43 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tergabung dalam sebuah konsorsium.

Di Universitas Brawijaya (UB) sendiri, tercatat terdapat sebanyak 231 mahasiswa mendaftar kuliah di PTN lainnya. Sementara 235 mahasiswa di luar UB mendaftar untuk mengikuti perkuliahan di sejumlah prodi UB dalam kurun waktu selama satu semester (mahasiswa Inbound).

Para mahasiswa yang bisa mengikuti Program Permata Merdeka, adalah mereka mahasiswa semester empat hingga delapan. Sistem perkuliahan bagi mahasiswa Program Permata Merdeka dimulai pada 22 Februari 2021.

Heri Prawoto, Koordinator Bagian Perencanaan, Akademik dan Kerjasama UB menjelaskan, jika Permata Merdeka merupakan miniatur dari Permata Sakti yang telah terlebih dahulu diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) pada semester ganjil lalu.

Meskipun dalam program yang ada pada Permata Merdeka memiliki kesamaan dengan program Permata Sakti yang telah terlebih dulu ada, tetap terdapat perbedaan dalam beberapa hal.

Perbedaan itu diantaranya adalahdalam program Permata Merdeka para mahasiswa bisa ikut mengambil mata kuliah di PTN konsorsium tanpa batasan lokasi.

"Dengan itu artinya, mahasiswa UB bisa mengambil mata kuliah pada prodi yang ada di universitas dalam satu provinsi seperti Airlangga atau UPN Surabaya, juga pada PTN daerah lain yang menawarkan matakuliah dalam Permata Merdeka," katanya.

Dalam proses pelaksanaannya, Permata Merdeka sudah diatur menggunakan sebuah sistem yang disediakan akses portal untuk proses pendaftaran, evaluasi dan mendeteksi perguruan tinggi yang dituju serta mata kuliah apa saja yang diambil.

"Semuanya sudah terekam ke dalam sistem yang sudah disiapkan. Selain itu, jumlah mata kuliah yang diambil tetap tidak boleh lebih dari 24 SKS," ungkapnya.

Heri menambahkan Program Permata Merdeka diinisiasi beberapa PT yang ingin tetap melanjutkan program itu dalam rangka mewujudkan dan mendorong program merdeka belajar yang telah dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Karenanya, terdapat asa jika adanya Program Permata Merdeka ini bisa memberikan kebermanfaatan dalam pengembangan pendidikan, utamanya pada pendidikan tinggi. Disitu, para mahasiswa bisa merasakan pengalaman untuk menempuh studi di kampus lain dengan tetap diakui pada kampus tempatnya berkuliah.

"Ini sebagai wujud merdeka belajar. Harapannya dengan permata merdeka 43 PTN yang tergabung dalam konsorsium, mahasiswanya bisa saling bertukar mata kuliah dan diakui oleh masing-masing PTN," pungkasnya.

Topik
permata merdekaDitjen DiktiUniversitas Brawijaya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru