Soal Pernyataannya "SBY Sebut Megawati Kecolongan", Marzuki Alie Siap Mubahalah

Feb 18, 2021 16:20
Marzuki Alie (Foto: Kompas)
Marzuki Alie (Foto: Kompas)

INDONESIATIMES - Marzuki Alie siap bermubahalah terkait pernyataannya yang menyebut jika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bilang Megawati Soekarnoputri kecolongan. Hal itu disampaikan Marzuki melalui akun Twitternya untuk membalas perkataan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief.  

"Pak Andi, perjalanan saya dengan SBY bisa saya pertanggungjawabkan lahir bathin, bisa bermubahalah, karena saksi tunggal semuanya sudah meninggal dunia," kata Marzuki, Kamis (18/2/2021).  

Lebih lanjut, Marzuki menyebut jika dirinya kerap dituduh mencari jabatan di Partai Demokrat. Mantan Ketua DPR RI itu lantas menceritakan kembali apa yang dilakukannya bagi Partai Demokrat.  

"Banyak orang mengira saya cari jabatan di PD. PD 2002 hadir di Palembang Prof Subur BS, pakai ruang kampus saya sebelum SBY gabung PD," jelasnya.  

Perihal pernyataannya "SBY bilang Megawati kecolongan" menurutnya pada tahun 2004 silam, SBY mengajak ia bertemu di sebuah hotel dan terjadinya obrolan itu.  

"Pak SBY menyampaikan, 'Pak Marzuki, saya akan berpasangan dengan Pak JK. Ini Bu Mega akan kecolongan dua kali ini'. Kecolongan pertama, dia yang pindah. Kecolongan kedua, dia ambil Pak JK. Itu kalimatnya. 'Pak Marzuki orang pertama yang saya kasih tahu. Nanti kita rapat begini-begini'. Ada beberapa yang disampaikan ke saya, 'nanti saya kenalkan ini, nanti gini'," ucap Marzuki di video tersebut.

Terkait hal ini, Andi Arief menyebut jika apa yang disampaikan Marzuki adalah statemen hantu. "Kenapa hantu, karena Marzuki mengarang bebas. Lebih mengejutkan saya, ternyata ada dendam PDI Perjuangan terhadap SBY karena sebagai menantu Jenderal Sarwo Edhie Wibowo. Dendam Ideologis?" tuturnya.

Lebih lanjut, ia meminta agar Hasto tak membenturkan SBY dan Mega selaku tokoh senior yang banyak berjasa bagi Indonesia. "Sebaiknya Sekjen PDIP Hasto Kristianto jangan membentur2kan mantan Presiden Ibu Mega dan Pak SBY. Biarlah mereka berdua menjadi panutan bersama, sebagai yg pernah berjasa buat sejarah politik kita," kata Andi lewat akun Twitter pribadinya.

"Kader Partai Demokrat sejak lama didoktrin untuk tidak membuly mantan Presiden," sambungnya.

Topik
Berita IndonesiaPresiden SBYPresiden Megawati Soekarnoputrimarzuki alie

Berita Lainnya

Berita

Terbaru