Perbaikan Jalan Retak di Wisata Kuliner Payung Butuh Dana Rp 2,5 Miliar

Feb 18, 2021 16:11
Suasana kawasan warung Payung 1 di Jalan Brigjen Moh Manan, Songgokerto, Kota Batu, Kamis (18/2/2021) (Foto: Mariano Gale)
Suasana kawasan warung Payung 1 di Jalan Brigjen Moh Manan, Songgokerto, Kota Batu, Kamis (18/2/2021) (Foto: Mariano Gale)

BATUTIMES - Perbaikan jalan retak dan tanah ambles di kawasan Wisata Kuliner Payung di Jalan Brigjen Moh Manan (Payung I), Songgokerto, Kota Batu bakal menghabiskan banyak anggaran. Dinas PU  Binamarga Provinsi Jawa Timur memperkirakan perbaikan bakal menghabiskan anggaran Rp 2,5 miliar.

"Perbaikan jangka panjang ini membutuhkan waktu selama satu bulan. Dengan membutuhkan biaya diperkirakan Rp 2,5 miliar. Saat ini kami sedang menunggu laporan dari Wali Kota Batu kepada Gubernur Jatim terkait adanya hal tersebut," ujar Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPT Malang, Dinas PU  Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Kholilah, Kamis (18/2/2021).

Menurutnya, kejadian tersebut disebabkan karena tancapan paku bumi yang kurang pas. Paku bumi yang saat ini terpasang hanya sedalam 15 meter saja. Sedangkan idealnya sedalam 25 meter.

"Perbaikan jangka panjang memang dibutuhkan sangat lama. Karena memerlukan penancapan paku bumi untuk membenahi struktur jalan dan juga penggalian tanah. Sebelum itu, juga melalui proses kajian lebih lanjut," ujarnya.

Terkait kajian, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim menambahkan, pihaknya telah melakukan kajian di tempat kejadian perkara (TKP). Kajian itu dilakukan dengan menggandeng akademisi dari Universitas Brawijaya.

"Dari hasil kajian itu, jika terjadi tanah longsor di lokasi tersebut. Kedalamannya bisa mencapai 26 meter," ujarnya.

Pemberitaan sebelumnya, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengatakan, penanganan jangka pendek telah dilakukan. Dinas PU Bina Marga Pemprov Jatim telah melakukan penambalan rekahan dengan hotmix. "Untuk jangka panjangnya akan dilakukan perbaikan struktur badan jalan, agar tidak terjadi longsor serta tanah ambles," ujarnya.

Diketahui, retakan itu sudah lebih 2 minggu terakhir. Dimensi retakan bervariasi, antara panjang 46 meter, lebar rekahan mulai 3 sentimeter sampai 15 sentimeter.  Akibatnya struktur bangunan retak dan rusak. Serta sepanjang pinggir jalan area warung juga ikut terdampak.

"Jalan mengalami keretakan sepanjang 15 meter. Bahu jalan mengalami penurunan dengan level sekitar 10-15 cm dari jalan raya. Dan bahu jalan mengalami keretakan sepanjang 75 m dengan dimensi keretakan bervariasi hingga 15 cm," ujarnya.

Selain perbaikan jalan, juga telah dilakukan tindakan preventif dengan melakukan evakuasi 14 warung di sekitar lokasi kejadian. Hal itu untuk mencegah kejadian buruk atas retakan jalan tersebut.

 

Topik
wisata kuliner PayungWisata BatuJalan Ambles

Berita Lainnya

Berita

Terbaru