Produksi Bio Farma Dipakai untuk Vaksinasi Covid-19 Tahap 2, Bedakah dengan Sinovac?

Feb 18, 2021 12:25
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (baju putih) saat menjalani vaksinasi Covid-19 beberapa waktu lalu. (Ahmad Amin/MalangTIMES).
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (baju putih) saat menjalani vaksinasi Covid-19 beberapa waktu lalu. (Ahmad Amin/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pelaksanaan vaksinasi tahap 2 untuk pekerja publik secara nasional telah dimulai kemarin (Rabu, 17/2/2021). Nantinya, untuk tahap ini vaksin juga akan dilanjutkan kepada masyarakat lanjut usia (Lansia) di atas usia 60 tahun.

Namun, berbeda dengan vaksinasi tahap pertama, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini menggunakan vaksin Covid-19 produksi PT Bio Farma (persero). Di mana, vaksin ini pula yang akan digunakan di Kota Malang.

Sebelumnya, vaksin yang diberikan kepada tenaga kesehatan (Nakes) pada tahap awal lalu merupakan vaksin Covid-19 Sinovac.

Lantas, adakah perbedaan keduanya?

Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif mengungkapkan hal itu tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Pasalnya, vaksin produksi PT Bio Farma tetap menggunakan bahan baku mentah dari perusahaan asal China, Sinovac.

"Iya (vaksinasi tahap 2 menggunakan dari PT Bio Farma). Jadi, bahan dasarnya tetap dari China Sinovac, kemudian Bio Farma mengolahnya menjadi vaksin," ujarnya.

Husnul menjelaskan, jika vaksin untuk tahap awal di Indonesia yang digunakan itu bentuknya sudah berupa vaksin. Hanya saja, kali ini, pemerintah lebih memanfaatkan bahan baku untuk diolah di PT Bio Farma.

"Perbedaanya hanya dari prosesnya saja. Kalau yang pertama kan langsung  dari China itu datang dalam bentuk vaksin. Kemudian yang kedua ini adalah bahan dasarnya saja kemudian diolah oleh Bio Farma," jelasnya.

Pria yang kini menjabat sebagai Direktur RSUD Kota Malang ini menambahkan, berkaitan dengan efek samping tetap bergantung terhadap kondisi masing-masing penerima vaksin. Selayaknya proses imunisasi, pemberian vaksin Covid-19 menimbulkan efek samping yang lebih ringan, seperti demam.

"Kalau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) itu untuk imunisasi-imunisasi apa saja bisa. Tergantung dari kondisi tiap-tiap orang. Ada yang setelah divaksin tidak ada keluhan atau tidak muncul apa-apa. Tapi, ada yang setelah vaksin muncul keluhan bisa," terangnya.

Lebih jauh, kata Husnul, saat ini di Kota Malang masih terus melakukan tahapan pendataan bagi petugas pelayanan publik dan lansia untuk tahapan vaksinasi tahap kedua. "Kita mengumpulkan data sasaran dari organisasi terkait, atau OPD yang masuk petugas pelayanan publik itu. Jumlahnya masih terus bergerak dinamis," tandasnya.

Sebagai informasi, vaksin produksi PT Bio Farma itu berasal dari bahan baku mentah dari perusahaan asal China, Sinovac. Vaksin tersebut kemudian dinamai 'vaksin covid-19' dan juga telah mengantongi izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Selasa (16/2/2021) lalu.

Topik
Kota MalangHusnul MuarifVaksin Covid 19Berita Jatim
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru