Wakil Dekan Bidang Akademik FKIK UIN Malang Jadi Guru Besar Termuda

Feb 16, 2021 12:45
Prof Dr Roihatul Mutiah SF, MKes Apt, saat dilantik menjadi Wakil Dekan bidang akademik beberapa waktu lalu (UIN Malang)
Prof Dr Roihatul Mutiah SF, MKes Apt, saat dilantik menjadi Wakil Dekan bidang akademik beberapa waktu lalu (UIN Malang)

MALANGTIMES - Percepatan Guru Besar Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang, baru-baru ini kembali melahirkan tiga Guru Besar Baru. Tiga Guru Besar tersebut menjadikan jumlah Guru Besar yang lahir selama jabatan Rektor Prof Abdul Haris hingga saat ini sebanyak 19 orang.

Tiga orang tersebut yakni, Prof Dr Roibin M HI bidang Ilmu Kajian Islam, Prof Dr Nur Asnawi M Ag bidang Ilmu Ekonomi Islam, dan Prof Dr Roihatul Mutiah SF, MKes Apt bidang Ilmu Biologi Farmasi. Namun dari tiga Guru Besar tersebut, terdapat yang menarik perhatian. Sebab, salah satu Guru Besar yang mendapatkan SK sekitar tanggal 18 Januari 2021 ada yang merupakan Guru Besar termuda.

Ya, dia adalah Prof Dr Roihatul Mutiah SF, MKes Apt. Perempuan yang juga Wakil Dekan bidang Akademik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) ini, lahir pada 3 Februari 1980. Sehingga, saat ia menerima SK sebagai Guru Besar, ia masih berusia 40 tahun.

Dihubungi MalangTIMES, perempuan yang merupakan istri dari seorang pengusaha bernama Humaidi ini, tak pernah menyangka bisa menjadi seorang Guru Besar di usia 40, terlebih lagi ia juga menjadi Guru Besar termuda saat ini di UIN MALIKI Malang. Diakuinya, memang cita-cita untuk menjadi seorang Guru Besar ada dalam benaknya sejak dulu. Namun, ia tak pernah menyangka bisa menyandang Guru Besar termuda. "Nggak menyangka sama sekali semuda ini," jelasnya.

Dan yang lebih mengagumkan lagi, perempuan yang kini telah menyandang gelar sebagai seorang profesor ini ternyata mempunyai empat orang anak. Artinya, kendati sebagai seorang ibu rumah tangga dan juga ibu dari empat anak, ia tak pernah merasa kerepotan atau kelabakan dalam mengatur waktu untuk urusan keluarga dan akademik,  di mana akhirnya sukses menjadi Guru Besar.

"Meskipun ada tugas sebagai seorang dosen, tetap maksimal membagi waktu, menyediakan waktu untuk keluarga. Biasanya tugas-tugas saya kerjakan di rumah setelah anak-anak sudah tidur, sehingga bisa tetap maksimal, malam sempatkan untuk menulis," terangnya.

Selain itu, ia tak menampik jika peran sang suami turut andil dalam keberhasilan menjadi seorang Guru Besar. Motivasi yang diberikan dari suaminya, diakui sangatlah luar biasa dalam proses menuju gelar Guru Besar.

Ia juga tidak menafikan upaya Rektor UIN MALIKI Malang melalui percepatan Guru Besar hingga mengantarkannya sukses meraih gelar Guru Besar. Motivasi yang diberikan tiada henti kemudian mendorong Prof Dr Roihatul Mutiah untuk mengajukan peningkatan jabatan akademik ke Guru Besar.

"Saya sendiri mengajukan ini atas motivasi dan dukungan Pak Rektor. Duku awalnya memang belum mau mengajukan, karena kan memang jurnalnya banyak, tapi dimotivasi pak Rektor akhirnya mengajukan," terangnya.

Sementara itu, terkait percepatan Guru Besar ia menilai, jika program percepatan Guru Besar ini adalah merupakan hal yang sangat bagus. Upaya dari Rektor UIN MALIKI Malang ini, tentunya merupakan upaya untuk semakin memperkuat kelembagaan UIN MALIKI Malang dan juga dengan SDM di UIN MALIKI Malang.

"Program percepatan Guru Besar ini sangat bagus dan sangat mendukung sekali untuk perkembangan institusi. Selain itu, percepatan Guru Besar ini juga sangat bermanfaat untuk pengembangan SDM. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan beliau selama ini," pungkasnya.

Topik
Profesor UIN Malang Rektor UIN Malang rektor uin profesor haris profesor Roihatul Mutiah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru