Tuntut SPP Turun, Mahasiswa UMM Sempat Terlibat Saling Dorong Dengan Keamanan Kampus

Feb 16, 2021 11:33
Para mahasiswa UMM yang melakukan aksi unjuk rasa menuntut penurunan SPP 50 persen (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Para mahasiswa UMM yang melakukan aksi unjuk rasa menuntut penurunan SPP 50 persen (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Aliansi Mahasiswa Bergerak, melakukan aksi demonstrasi menuntut penurunan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di Kampus UMM, Selasa (16/2/2021). Ya, dalam aksi tersebut, para mahasiswa sempat beradu fisik saling dorong dengan petugas keamanan di UMM.

Hal itu lantaran para mahasiswa yang telah melakukan aksi sejak pukul 08.20 WIB itu tidak diperkenankan pihak keamanan masuk ke dalam kampus. Aksi saling dorong kemudian tak terhindarkan sampai akhirnya para mahasiswa merangsek masuk dan terus melakukan orasi.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa juga membawa poster-poster permintaan untuk penurunan SPP dan poster bernada sindiran terhadap kebijakan pihak kampus yang dianggap tidak pro terhadap para mahasiswa, terlebih lagi saat masa pandemi Covid-19.

Poster bertuliskan "Rektor kian eksis mahasiswa makin krisis #turunkanspp", kemudian ada juga "bebaskan SPP selama pandemi, tolak komersialisasi pendidikan", nampak jelas terpampang dibawa para mahasiswa sebagai ungkapan kekesalan dan sindiran pada pihak kampus.

Ilham Abdon Nasir, selaku korlap aksi, menjelaskan, jika aksi tersebut memang dilatari para mahasiswa yang meminta hak mereka dengan adanya perkuliahan secara online yang berimbas sejumlah pembiayaan yang diprediksi turun.

Hal itu disampaikan para mahasiswa dalam sembilan poin tuntuan yang ingin disampaikan para mahasiswa langsung kepada pihak Rektor.

"Sebelumnya kita sudah melakukan audiensi, namun belum ada kesepakatan, belum dipertemukan dengan Rektor namun dengan WR 3. Dalam audiensi kita juga terkait dengan akademik dan juga keuangan, namun dari keduanya juga tidak hadir menemui dalam audiensi," jelasnya.

Sehingga, dari sembilan poin tuntutan tersebut, kemudian tidak satu pun dari poin tuntutan yang diakomodir oleh pihak kampus. Karena itulah, hari ini para mahasiswa yang sudah geram kemudian bersama sepakat untuk melakukan aksi.

"Iki respon atas aksi kemarin, kami mendesak Rektor  untuk mengamini sembilan tuntutan daripada kawan-kawan aliansi," jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan potongan SPP yang ada, para mahasiswa menilai tidaklah realistis. Sebab, potongan SPP sebesar Rp 500 ribu tidak sebanding dengan kebutuhan mahasiswa yang lebih dari Rp 500 ribu. Apalagi, adanya potongan tersebut informasinya juga tidaklah merata. Rp 500 itu merupakan pengembalian dari yang seharusnya fasilitas kampus yang tidak diberikan atau digunakan.

"Dan kompensasi Rp 500 ribu itu diberikan hanya sampai satu semester. Dan ini nggak realistis. 93 persen mahasiswa dari sampel 4000 lebih menuntut untuk penurunan SPP," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, terkait mekanisme pemberian keringanan dalam SPP, menurutnya juga tidak dibuka oleh pihak kampus secara vulgar. Sosialisasi mengenai kompensasi atau proses untuk keringanan tersebut, menurutnya kurang. 

Pantauan dilapangan, aksi unjuk rasa dari 250 mahasiswa UMM itu saat ini masih berlangsung. Bahkan jika aksinya kali ini tidak mendapatkan respons, para mahasiswa akan melakukan aksi susulan lebih besar.

Sementara itu, perihal sembilan poin tuntutan para mahasiswa tersebut, yakni :

1. Pemotongan SPP 50 persen selama pandemi

2. pembebasan pembayaran SPP untuk mahasiswa yang sudah tidak mengambil mata kuliah

3. Berikan kuota gratis selama perkuliahan daring

4. Hentikan peningkatan biaya SPP sebesar 5 persen pertahun

5. Ringankan biaya magang selama pandemi

6. Berikan perpanjangan masa pembayaran SPP

7. kembalikan 50 lersen uang P2KK dan pesmaba mahasiswa baru dikarenakan para mahasiswa baru tidak melaksanakan P2KK secara offline dan tidak semuanya para mahasiswa baru melaksanakan Pesmaba offline

8. hentikan pungli parkir masjid untuk mahasiswa um dikarenakan itu termasuk fasilitas kami dari uang SPP yang kami bayarkan

9. Berikan efektivitas pembelajaran selama pandemi.

Topik
Aksi Demo Mahasiswamahasiswa UMM minta SPP diturunkanbiaya kuliah saat pandemidunia pendidikan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru