Motivasi Rektor UIN MALIKI Malang Prof Haris Luncurkan Program Akselarasi Guru Besar

Feb 16, 2021 09:45
Prof Dr Abdul Haris MAg, Rektor UIN MALIKI Malang, saat berada di ruang seni Fakultas Humaniora, tengah memainkan alat musik gitar (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Prof Dr Abdul Haris MAg, Rektor UIN MALIKI Malang, saat berada di ruang seni Fakultas Humaniora, tengah memainkan alat musik gitar (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang, kini mempunyai 26 Guru Besar (Gubes). Ya jumlah tersebut naik drastis lima tahun terakhir sejak UIN MALIKI Malang dipimpin Rektor Profesor Dr Abdul Haris MAg. Dengan program Akselarasi Guru Besar, Prof Haris berhasil mendorong satu persatu dosen untuk meraih gelar Guru Besar.  

Apa sebenarnya motivasi Prof Haris meluncurkan program Akselarasi Guru Besar?. Kepada wartawan MalangTIMES, Prof Haris kelahiran Lamongan tahun 1962 dorongan terkuatnya meluncurkan program Akselerasi Guru Besar adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan, dan kepercayaan masyarakat maupun mahasiswa.

Hal itu dikarenakan pada saat Prof Haris menjabat Rektor UIN MALIKI Malang, jumlah profesor di UIN Malang masih sangat minim. Menurutnya keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) profesor di UIN Malang masih kurang. Padahal, sambung alumnus Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang ini, Guru Besar merupakan simbol keilmuan yang mempelopori inovasi dan semua yang terkait perkembangan pendidikan. Namun saat itu jumlah di UIN MALIKI Malang malah begitu minim.

"Maka perlu dilakukan percepatan Guru Besar dalam rangka memperkuat SDM. Sebelumnya hanya beberapa guru besar, ini tak imbang dibandingkan dengan kebesaran namanya (UIN MALIKI Malang, Red)," ungkapnya saat ditemui di Gedung Rektorat lantai 4 beberapa waktu lalu.

Dari situ, harus ada gerakan pembaharuan dan sebuah tindakan yang diwujudkan secara riil dengan program Akselarasi Guru Besar. Pada tahun 2017, saat Prof Haris mulai menjabat sebagai Rektor UIN MALIKI Malang, dia menemui banyak hambatan-hambatan untuk mewujudkan program akselerasi Guru Besar. “Hambatan tersebut justru muncul dari masing-masing pribadi SDM,” ungkap dia.

Kendati demikian, dia tidak menyerah. Segala upaya dilakukan bersama lembaga untuk membuat hambatan-hambatan yang muncul dari pribadi masing-masing SDM dapat terpecahkan. Hingga akhirnya banyak yang bisa meraih gelar Guru Besar.

"Kita fasilitasi. Syarat khusus Guru Besar itu kan jurnal. Nah biasanya tergantung dengan kemampuan SDM-nya. Dan Alhamdulillah teman-teman semangat semua, apalagi dibantu Senat," jelasnya.

Menurut Prof Haris, status Guru Besar sangat penting bagi perguruan tinggi. “Guru Besar di suatu perguruan tinggi merupakan sebuah keniscayaan, akan meningkatkan mutu dalam pendidikan tinggi maupun kewibawaan perguruan tinggi,” ungkapnya

Dengan begitu sambung Prof Haris, maka misi UIN MALIKI Malang dalam mewujudkan pendidikan integratif memadukan sains dan teknologi yang bereputasi internasional bisa terlaksana dengan baik dalam waktu yang cepat.

"Dengan akselarasi inilah, pengembangan SDM yang kurang, upaya memperkuat SDM tercapai. Hal ini juga memperkuat sebuah kelembagaan menjadi baik lagi," pungkasnya.

 

Topik
UIN Malang Rektor UIN Malang Rektor UIN Malang Prof Abd Haris MAg profesor abdul haris Kampus UIN Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru