Sehari, Petugas Pemadam Kebakaran Kota Malang Evakuasi 3 Ular

Feb 15, 2021 21:16
Petugas dari UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang saat melakukan evkuasi terhadap ular didalam rumah warga, Senin (15/2/2021). (Foto: UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang for MalangTIMES) 
Petugas dari UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang saat melakukan evkuasi terhadap ular didalam rumah warga, Senin (15/2/2021). (Foto: UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang for MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) tak hanya cakap memadamkan kobaran api tapi, juga menangkap ular. Dalam sehari, petugas UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pemadam Kebakaran Kota Malang bisa menangkap dan mengevakuasi tiga ular di tiga rumah warga yang berbeda. 

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Muhammad Teguh Wibowo mengatakan bahwa tiga ular yang ditemukan di dalam rumah warga tersebut terletak di tiga tempat yang berbeda. 

Tiga ular tersebut dikatakan Teguh yakni dua di antaranya berjenis ular kopi dan satu berjenis ular kobra. Untuk ular kopi yang pertama ditemukan di rumah yang berada Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun. Ular kopi yang kedua ditemukan di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru. Dan untuk ular kobra ditemukan di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru. 

Terkait penemuan tiga ular tersebut, Teguh menjelaskan bahwa memang pada saat ini, dengan cuaca yang seringkali hujan turun dengan sangat lebat, membuat ular yang berdarah dingin mencari tempat-tempat hangat, salah satunya didalam rumah. 

"Ular memang sifatnya kan berdarah dingin. Jadi mereka mencari tempat hangat. Kalau hujan seperti ini, biasanya ular keluar," katanya saat dihubungi pewarta, Senin (15/2/2021). 

Berdasarkan letak evakuasi, memang benar ular berada di beberapa titik tempat yang membuatnya merasa hangat. Ular kopi yang pertama ditemukan didalam gudang rumah. Ular kopi yang kedua ditemukan di dapur dan untuk ular kobra juga ditemukan di gudang dalam rumah. 

Selain memang untuk mencari tempat hangat, kemunculan ular memang merupakan siklus alamiah yang rutin terjadi. "Ini siklus ular mulai menetas. Jadi mulai Bulan November sampai perkiraan akhir Februari ular sudah mulai menetas, proses alamiahnya," jelasnya. 

Proses evaluasi tiga ular tersebut pun berjalan dengan lancar. Dikatakan Teguh hal tersebut karena sebelum dilakukan evakuasi, lokasi persembunyian ular sudah teridentifikasi sejak awal. "Jadi dari mako damkar menyampaiikan, supaya pintu, jendela ditutup dulu agar ular tidak bisa sampai keluar," katanya. 

Usai dilakukan evakuasi, ular yang ditemukan tidak terlalu panjang. Disebutkan Teguh, untuk ular kopi yang pertama memiliki panjang 1,5 meter. Ular kopi yang kedua memiliki panjang 60 sentimeter. Untuk ular kobra tidak terlalu panjang yakni sekitar 60 sentimeter. 

Untuk ular kobranya sendiri, tidak menelan korban dengan menyerang warga atau petugas. "Karena disamping ularnya juga kecil tapi ularnya ular kobra. Sudah berbisa, bisanya sudah keluar," tuturnya. 

Setelah melakukan evakuasi tiga ular tersebut, petugas UPT Pemadam Kebakaran lantas membawa tiga ular tersebut ke Mako Damkar untuk diletakkan bersama ular-ular lain hasil dari evakuasi. 

"Ya dibawa ke damkar dulu. Nanti apabila ada teman-teman yang pencinta reptil datang kalau mau mengadopsi monggo disilakan," ujarnya. 

Sementara itu, Teguh mengimbau kepada masyarakat, ditengah cuaca yang kerap kali hujan cukup deras, sebaiknya tidak membiarkan banyak tumpukan-tumpukan seperti batu atau kayu di sekitar rumah. Hal tersebut untuk mencegah adanya ular yang bersemayam di balik tumpukan batu atau kayu tersebut. 

"Apabila ada tumpukan-tumpukan barang-barang bekas seperti batu bata terus kayu atau yang lain-lain, hendaknya selalu diperiksa. Kemudian setiap ada ular yang masuk rumah, karena kita takut dan pintu terbuka, kasih wewangian agar ular keluar. Kemudian kalau yang bisa menangani sendiri disilakan," imbaunya. 

Teguh pun memperingatkan kepada masyarakat agar ketika mengetahui ada ular di sekitar masyarakat atau bahkan sampai masuk ke dalam areal rumah, ular tersebut jangan dibunuh. "Karena ular juga sebagai ekosistem alam. Kalau nggak berani, silahkan hubungi damkar," pungkasnya.

Topik
Berita MalangPetugas PMK Kota Malangpawang ular

Berita Lainnya

Berita

Terbaru