Harga Cabai Meroket, Pedagang Makanan Akali Sambal

Feb 15, 2021 17:21
Bedak jualan salah satu warung di kawasan Jalan Jakarta (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Bedak jualan salah satu warung di kawasan Jalan Jakarta (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Saat ini, harga cabai rawit di Kota Malang ikut pedas mengikuti pedasnya cabai. Hal tersebut lantaran harga perkilo yang sebelumnya Rp 10 ribu hingga 15 ribu, kini merangkak naik mencapai Rp 85 ribu sampai Rp 90 ribu per kilonya.

Agus Salam, salah seorang pedagang di Pasar Besar Malang, membenarkan hal tersebut. Kenaikan harga cabai mulai mengalami kenaikan drastis selama tiga hari terakhir.

"Tiga hari terakhir, mengalami kenaikan sampai Rp 25 ribu. Sebelumnya Minggu lalu harganya masih Rp 56 ribu per kilonya," jelasnya, Senin (15/2/2021).

Kenaikan harga cabai yang meroket di Kota Malang tersebut, lantaran saat ini masih terpengaruh dengan curah hujan yang turun. Tak pelak, hal itu berpengaruh pada jumlah stok cabai yang dikirim dan juga stok yang ada pada pedagang.

"Dampaknya stok di pasar, harganya mahal. Apalagi stok juga berkurang, banyak yang busuk, sehingga berdampak pada harga," jelasnya.

Meroketnya harga kemudian turut berimbas pada daya beli masyarakat. Para konsumen saat ini banyak yang mengurangi porsi dalam pembelian cabai rawit. Bahkan, omset Agus turun cukup banyak.

Dari biasanya sekitar 40 kilogram cabai rawit dalam sehari terjual, saat ini berkurang menjadi sekitar 30 kilogram. Karena itu, beberapa hari belakangan Agus turut mengurangi pembelian untuk stok cabai rawit hingga 50 persen.

Sementara itu, Ummi Lasmi, salah satu penjual makanan di kawasan Jalan Jakarta, mengaku memang turut terdampak dengan adanya kenaikan harga cabai yang begitu tinggi. Komoditi cabai yang tak bisa terpisahkan dari makanan, dan dicari para konsumen, tentu membuat pedagang makanan mau tak mau tetap membeli cabai rawit.

"Ya akhirnya beli cabai dikurangi, nggak banyak-banyak, kalau harus beli misalnya satu kilo dengan harga Rp 90 ribu ya cukup berat. Apalagi harga makanan yang dijual juga nggak kita naikan, takut pelanggan kabur," jelasnya.

Dan untuk mengakali naiknya harga cabai, ia pun kemudian mengurangi porsi pemakaian cabai rawit baik dalam makanan maupun pembuatan sambal.

"Ya harapannya harga cabai rawit bisa turun, kalau tidak, tentu pedagang sangat merasakan dampaknya. Apalagi saat ini juga masih musim pandemi Covid-19," pungkasnya.

Topik
Harga Cabai Meroket Harga Cabai Naik Harga Cabai

Berita Lainnya

Berita

Terbaru