Gerakan 1.000 Labu Plasma Konvalesen Digaungkan di Kota Malang

Feb 15, 2021 16:17
Audiensi komunitas Plasma Hero dengan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko terkait gerakan 1.000 Labu Plasma Konvalesen, Senin (15/2/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Audiensi komunitas Plasma Hero dengan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko terkait gerakan 1.000 Labu Plasma Konvalesen, Senin (15/2/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Plasma konvalesen, salah satu yang disebut-sebut sebagai terapi untuk penanganan pasien terinfeksi Covid-19. Cara inilah yang kini turut digencarkan di Kota Malang.

Terkait hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggaet komunitas pedonor plasma yakni Plasma Hero untuk membuat gerakan 1.000 Labu Plasma Konvalesen.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, gerakan tersebut sebagai satu upaya untuk penanganan Covid-19. Dalam hal ini, Pemkot Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang akan melakukan koordinasi dengan jajaran TNI / Polri, Perbankan dan pihak swasta lainnya untuk bersama-sama mengimbau penyintas Covid-19 di lembaganya masing-masing agar  turut serta mengikuti program donor Plasma Konvalesen ini.

"Saya ingin Dinas Kesehatan untuk segera berkolaborasi agar kegiatan tersebut segera terealisasi. Karena kegiatan ini merupakan bentuk gotong royong kita bersama dalam rangka mengatasi Covid-19," ujarnya, di sela Audiensi dengan Komunitas Plasma Hero di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Malang, Senin (15/2/2021).

Dalam kesempatan ini, Plt Kepala Dinkes Kota Malang Sri Winarni mengatakan, untuk menyukseskan gerakan 1.000 donor plasma konvalesen tersebut pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan kepada penyintas Covid-19 di Kota Malang. 

Hal tersebut berkaitan untuk mengetahui apakah sang penyintas telah memenuhi syarat sebagai pedonor.

"Kalau yang pasti penyintas di Kota Malang itu ada 5 ribu lebih. Tetapi kan ada persyaratannya sebelum penyintas donor plasma konvalesen. Ini masih proses berjalan pendataanya," ujarnya.

Ia mengimbau bagi masyarakat yang memang telah terverifikasi agar melakukan donor Plasma Konvalesen di 2 tempat yang telah memiliki alat khusus. Yakni, di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI dan RSSA Kota Malang.

"Kami mengimbau dalam gerakan ini untuk para penyintas Covid-19 mau memberikan donor darah plasmanya," imbuhnya.

Lebih jauh Founder Plasma Hero dr Ariyani mengungkapkan beberapa kriteria yang perlu diperhatikan pedonor Plasma Konvalesen ini di antaranya, hanya bisa dilakukan oleh mantan pasien Covid-19 dengan kategori sedang hingga berat.

Kemudian, periode kesembuhan penyintas Covid-19 tidak lebih dari 14 hari ditetapkan, serta jumlah antibodi yang dimiliki harus tinggi antara 1/80 sampai 1/320.

Syarat lainnya, yakni diutamakan laki-laki berusia antara 17 - 60 tahun. Jika perempuan, maka seorang yang belum pernah hamil.

"Terutama pada antibodi SARS-Cov-2 nya yang harus tinggi. Di cek juga tensi darahnya, jika lolos, maka baru bisa mendonorkan," jelasnya.

Karenanya, Ariyani mengharapkan bagi penyintas Covid-19 jika yang telah dinyatakan sembuh untuk sesegera mungkin mendatangi UTD terdekat sehingga bisa mendonorkan plasmanya.

"Jika ada penyintas segeralah dalam waktu 14 hari setelah sembuh untuk bisa melakukan skrining donor plasma konvalessen ke PMI atau UTD terdekat," tandasnya.

Topik
gerakan 1000 labu plasma konvalesenplasma konvalesen kota malangDinkes Kota Malangpenyintas Covid 19berita covid 19 kota malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru