Sungai Sabrangan Tercemar Limbah Cairan TPA Tlekung

Feb 15, 2021 14:58
Aliran Sungai Sabrangan di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, terlihat berwarna cokelat serta mengeluarkan aroma tak sedap. Diketahui penyebabnya karena tercemar limbah cairan sampah dari TPA Tlekung. (Foto: Mariano Gale/MalangTIMES)
Aliran Sungai Sabrangan di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, terlihat berwarna cokelat serta mengeluarkan aroma tak sedap. Diketahui penyebabnya karena tercemar limbah cairan sampah dari TPA Tlekung. (Foto: Mariano Gale/MalangTIMES)

BATUTIMES  - Aliran Sungai Sabrangan di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, tercemar limbah cairan sampah dari TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Tlekung.

Dalam pantauan MalangTIMES, memang terlihat aliran sungai Sabrangan keruh dan berwarna kecokelatan serta mengeluarkan aroma yang tidak sedap, Senin (15/2/2021).

Berawal dari warga sekitar yang mengetahui bahwa aliran Sungai Sabrangan berubah warna cokelat. Melihat kejadian itu, kemudian dilaporkanlah kepada RT/RW setempat. Penyusuran pun dilakukan hingga TPA Tlekung untuk mencari penyebabnya.

Ketua RW 1  Dusun Junwatu Supriyadi membenarkan bahwa ia telah mendapatkan informasi dari warga sekitar terkait aliran Sungai Sabrangan berubah warna cokelat. Setelah mengetahui hal itu, dia  kemudian melaporkan kepada pihak pemerintah desa untuk melakukan pantauan.

"Kami telah melaporkan hal ini kepada pihak pemdes. Laporan itu juga  sertakan dengan bukti berupa foto dan video," ujarnya

Kemudian penyusuran dilakukan oleh RT/RW, warga dan pihak Hippam. Penyusuran dilakukan hingga ditemukan penyebab pencemaran tersebut di TPA Tlekung.

"Menurut informasi dari warga, pencemaran limbah itu terjadi pada  Desember sampai saat ini. Kami sudah melakukan penyusuran dan memastikan peyebab pencemaran tersebut dari rembesan air atau limbah cair TPA Tlekung yang masuk ke sungai," ujar pengawas Hippam Sumber Kembang, Dusun Junwatu, Desa Junrejo, Bayu Sakti.

Pihaknya juga telah mengambil sampel air dan dikirim ke laboratorium Perum Jasa Tirta (PJT) I untuk diuji coba. "Hasilnya nanti pada Selasa (16/2/2021). Ini harus segara disterilkan karena dampaknya bukan hanya sungai. Sumber mata air yang dimanfaatkan warga serta areal persawahan juga terancam," ujarnya.

Diketahui, aliran Sungai Sabrangan tersebut terdapat Sumber Kembang. Air dari sumber itu bersih dan dimanfaatkan oleh 300 KK di RW 3 dan RW 1, Dusun Junwatu. Apalagi mengingat ada dua anak Sungai Sabrangan yaitu Sungai Braholo dan Kali Kembang, yang mengaliri persawahan juga ikut tercemar.

Topik
sungai tercemarTPA TlekungTPA Tlekung Kota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru