RSUD Kota Malang Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Tambah Fasilitas Pelayanan

Feb 15, 2021 12:54
Direktur RSUD Kota Malang dr Husnul Muarif saat ditemui awak media  di Balai Kota Malang, Senin (15/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Direktur RSUD Kota Malang dr Husnul Muarif saat ditemui awak media  di Balai Kota Malang, Senin (15/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

 MALANGTIMES - RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kota Malang telah ditambahkan sebagai rumah sakit rujukan covid-19 bersama tiga rumah sakit lainnya berdasarkan SK (surat keputusan) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. 

Terkait persiapan sebagai rumah sakit rujukan covid, Direktur RSUD Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan akan menambah beberapa fasilitas pelayanan yang dikhususkan untuk penanganan pasien covid-19. 

"Adanya SK gubernur tentang rumah sakit rujukan itu, kami akan menambah beberapa fasilitas sarana prasarana yang masih kurang. Misalnya ICU covid. Itu  harus ada sendiri. Sedangkan selama ini ICU-nya masih ICU reguler," ujarnya kepada awak media di Balai Kota Malang, Senin (15/2/2021). 

Selain penambahan ICU (intensive care unit) covid-19, juga akan dilakukan penambahan fasilitas penunjang lainnya. "Misalnya karena ada ICU covid, tentu nanti ada tambahan SDMK (sumber daya manusia kesehatan, red) yang harus memenuhi persyaratan untuk (bertugas, red) di ICU covid," jelas Husnul. 

Dokter berkacamata ini menuturkan bahwa untuk SDMK, tidak dilakukan penambahan. Namun, hanya akan dilakukan pembagian tugas masing-masing SDMK yang ada.  "Jadi, di beberapa ruangan kami petakan dulu beban kerjanya. Kemudian dengan kepala ruangannya, kepala instalasinya, kami rundingkan mana yang bisa digeser untuk ICU covid atau ruangan yang lain," ucap Husnul. 

Disinggung mengenai perbedaan ruang ICU covid-19 dengan ICU reguler, Husnul mengatakan bahwa secara umum sama. Namun, terdapat perbedaan spesifik pada fungsi penggunaan ruang ICU tersebut. "Tapi kan beda. Ini yang sudah konfirmasi, hasil swab-nya positif, kemudian butuh perawatan yang intensif, masuk di ICU covid itu," terangnya. 

Terkait fasilitas pelayanan di ruang ICU Covid-19, mayoritas fasilitasnya standar. Di antaranya terdapat ruang perawatan covid-19 yang tekanan negatif. "Kemudian juga ada ruang poli-covid. Juga harus ada ruang IGD-nya. Jadi, standar-standar itu yang dilihat di RS online oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur," katanya. 

Sementara itu, terkait penambahan ventilator, Husnul mengatakan belum diperlukan karena masih tersedia di ruang ICU reguler. Sehingga nantinya jika memang diperlukan,  ventilator yang berada di ruang ICU reguler dapat dipindahkan di ruang ICU covid-19. 

Terakhir, Husnul juga menyampaikan bahwa pihaknya masih belum berencana melakukan penambahan bed untuk penanganan pasien covid-19. Hal itu disebabkan karena BOR (bed occupancy rate) masih berada di kisaran 50 sampai 55 persen. 

"Bed kami masih tetap. Jadi 49 bed di ruang isolasi dua dan tiga. Tekanan negatif. Sementara karena melihat BOR (bed occupancy rate, red)-nya masih 50 sampai 55 persen, kami belum ada rencana (penambahan bed, red). Kecuali kalau sudah ada diatas 70 persen, baru kami tambah bed," pungkasnya. 

Sebagai informasi, selain RSUD Kota Malang, terdapat tiga rumah sakit lagi yang telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan. Yakni Rumah Sakit Panti Nirmala, Rumah Sakit Persada, dan Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard. 

Dari penambahan empat rumah sakit rujukan, hal ini membuat untuk di Kota Malang terdapat total 11 rumah sakit rujukan. Tujuh rumah sakit yang telah beroperasi sebagai rumah sakit rujukan yakni RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar), RST Soepraoen, Rumah Sakit Lavallete, Rumah Sakit Universitas Islam Malang, Rumah Sakit Islam Aisyiyah, Rumah Sakit Hermina Tangkuban Perahu, dan RKZ Panti Waluyo.

Topik
Rumah Sakit Rujukan Covid 19RSUD Kota MalangDinkes Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru